Prabowo: Kita Tidak Akan Swasembada Satu Tahun, tetapi Seterusnya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, swasembada pangan yang tercapai hari ini merupakan target besar yang tidak mudah. Sebelumnya, Indonesia baru satu kali mencapai swasembada pangan, yakni pada 1984.
Untuk itu, Prabowo mengatakan, swasembada pangan bukanlah pencapaian sesaat, melainkan fondasi menuju kemandirian pangan jangka panjang. Prabowo bertekad Indonesia akan swasembada pangan untuk seterusnya.
Baca Juga
Hadiri Penas 2026, Prabowo Tinjau Teknologi Pertanian Modern untuk Perkuat Swasembada Pangan
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di GOR David-Tony, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
"Kita yakin, kita swasembada pangan tidak hanya untuk satu tahun. Untuk seterusnya, kita akan swasembada pangan. Kita swasembada pangan tidak ringan. Dalam sejarah Indonesia baru sekali kita swasembada pangan. Kalau tidak, enggak (salah) 1984, satu tahun," katanya.
Prabowo menegaskan hasil yang mulai terlihat saat ini merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan selama beberapa waktu. Ia mengingatkan sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan proses panjang sebelum menghasilkan manfaat ekonomi.
"Tanam beras, tanam padi, tiga bulan baru ada hasil. Tanam kelapa sawit lima tahun baru ada hasil. Tanam singkong sepuluh bulan baru ada hasil. Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan," paparnya.
Prabowo juga menyinggung program makan bergizi gratis (MBG) yang menurutnya memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan petani, nelayan, dan kebutuhan gizi masyarakat. Ia menanggapi adanya pihak-pihak yang masih mempertanyakan urgensi program tersebut.
"Ada juga yang tidak setuju MBG. Harusnya mereka yang tidak setuju MBG datang ke sini. Tanya itu petani nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?" ujar Prabowo.
Baca Juga
Puji Para Menteri, Prabowo: Saya Bisa Mengenali Koruptor dari Sorot Matanya
Ia menilai kebutuhan pangan merupakan persoalan paling mendasar yang harus dipenuhi negara. Untuk itu, Prabowo menolak anggapan yang menyebut ada persoalan lain yang lebih mendesak dibanding pemenuhan kebutuhan makan masyarakat.
"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati. Dan PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif," katanya.
