Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Kehadiran Prabowo menjadi penutup rangkaian forum strategis NU yang mengusung tema “Menjaga Muruah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.”
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan lagu "Syubbanul Wathan", dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, taujihad oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, serta pembacaan doa sebelum Prabowo menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Munas dan Konbes NU 2026.
Baca Juga
Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan Warga Nahdliyin di Hadapan Presiden Prabowo
Dalam sambutannya, Prabowo berterima kasih atas kehormatan untuk hadir di tengah keluarga besar NU. Prabowo mengaku memiliki kedekatan emosional dengan NU sejak masa kecil.
“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya bisa hadir di tengah saudara-saudara di acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, nyaman dan aman, merasa aman,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai NU memiliki karakter khas sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme. Menurut Presiden Prabowo, semangat cinta Tanah Air telah lama menjadi bagian dari identitas NU, bahkan tercermin dalam lagu Syubbanul Wathan yang telah diciptakan jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis, tapi nasionalis dan patriotik,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi besar NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurut Prabowo, keluarga besar NU selalu hadir ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan dan telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan serta stabilitas nasional.
“Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara,” kata Presiden.
Sementara itu, Gus Yahya sapaan Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prabowo pada penutupan forum tersebut. Menurutnya, kehadiran Kepala Negara melengkapi kebahagiaan keluarga besar NU setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembahasan munas dan konbes yang menjadi forum permusyawaratan strategis menjelang Muktamar ke-35 NU.
“Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia,” ujar Gus Yahya.
Ia juga menegaskan komitmen NU untuk terus hadir menjaga, melestarikan, dan memelihara bangsa serta negara, sekaligus memohon doa restu agar penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dapat berjalan dengan lancar.
Baca Juga
Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 ditandai dengan penabuhan kenteng oleh Presiden Prabowo didampingi oleh Rais Aam PBNUMiftachul Akhyar, Ketua MUI Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya forum strategis NU sekaligus penegasan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah organisasi dan memperkuat khidmat bagi kemaslahatan bangsa dan negara.
Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, sejumlah menteri kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta jajaran PBNU.
