How Much Trust Can You Restore?
Poin Penting
|
Oleh: Bambang Intojo *)
INVESTORTRUST -- Gelombang demonstrasi yang muncul di berbagai kota dalam beberapa pekan terakhir mudah dibaca sebagai sinyal memburuknya situasi politik. Kritik terhadap pemerintah mengeras, berbagai kebijakan dipersoalkan, dan program-program unggulan seperti ๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ด๐ถ๐๐ถ ๐๐ฟ๐ฎ๐๐ถ๐ (๐ ๐๐) serta ๐๐ผ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฒ๐๐ฎ ๐ ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐ฃ๐๐๐ถ๐ต (๐๐๐ ๐ฃ) menjadi sasaran utama perdebatan.
Namun politik tidak hanya diukur dari apa yang terjadi di jalanan. Ada arena lain yang sama pentingnya: ๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ!
Karena itu, pertanyaan yang muncul bukan sekadar apakah pemerintah sedang menghadapi tekanan politik. Pertanyaan yang lebih relevan adalah: apakah tekanan tersebut telah berkembang menjadi ๐ธ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ๐ป?
Dalam politik, jalan menuju krisis biasanya melewati tiga tahapan. Pertama, ๐ฑ๐ฒ๐น๐ฒ๐ด๐ถ๐๐ถ๐บ๐ฎ๐๐ถ ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ต di mata publik. Kedua, ๐ฟ๐ฒ๐๐ฎ๐ธ๐ป๐๐ฎ ๐๐ผ๐น๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐๐ฎ๐ ๐ฒ๐น๐ถ๐๐ฒ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ฑ๐๐ธ๐๐ป๐ด. Ketiga, ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป๐๐ฎ ๐ท๐ฎ๐น๐๐ฟ ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐ฎ๐น-๐ธ๐ผ๐ป๐๐๐ถ๐๐๐๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น yang dapat mengancam keberlangsungan pemerintahan.
Demonstrasi, kritik publik, dan kontroversi kebijakan dapat dipandang sebagai bagian dari ujian tersebut. Sebuah tes untuk mengukur seberapa kuat legitimasi pemerintah, seberapa kokoh koalisi pendukung, dan seberapa jauh tekanan dapat dijatuhkan.
Dengan kata lain, pertanyaan yang sedang diuji adalah: ๐๐ค๐ฌ ๐๐ค๐ฌ ๐พ๐๐ฃ ๐๐ค๐ช ๐๐ค?
Sampai titik tertentu, pasar tampaknya telah memberikan jawabannya. Setelah melewati fase pengujian tersebut, tekanan terhadap rupiah dan IHSG justru mulai mengendur. Setidaknya untuk saat ini, pelaku pasar belum memberikan vonis bahwa Indonesia sedang bergerak menuju krisis politik maupun ekonomi yang serius.
Menariknya, hal itu terjadi bukan karena semua persoalan telah selesai. Sebaliknya, pasar mulai melihat tanda-tanda bahwa pemerintah bersedia mengakui adanya masalah. Pembahasan mengenai tata kelola MBG dan KDMP menjadi lebih terbuka. Risiko inefisiensi dan penyimpangan tidak lagi sepenuhnya diperlakukan sebagai isu yang harus disangkal. Pada saat yang sama, muncul sinyal bahwa pemerintah bersedia melakukan penyesuaian fiskal dan koreksi kebijakan jika diperlukan.
Bagi pasar, pengakuan terhadap masalah sering kali lebih penting daripada klaim bahwa tidak ada masalah sama sekali.
Di sinilah logika pasar berbeda dengan logika politik.
Politik sering mendorong penguasa untuk mempertahankan citra bahwa semuanya berjalan sesuai rencana. Sebaliknya, pasar lebih menghargai kemampuan mengenali risiko, mengakui kelemahan, dan menunjukkan langkah perbaikan yang kredibel.
Karena itu, yang menenangkan pasar bukanlah banyaknya pembelaan terhadap MBG dan KDMP. Yang lebih penting adalah munculnya keyakinan bahwa pemerintah bersedia memperbaiki apa yang memang perlu diperbaiki.
Sayangnya, sinyal tersebut belum selalu diikuti oleh komunikasi politik yang memadai. Berbagai pernyataan dari lingkar-lingkar kekuasaan sering kali tidak membentuk narasi yang utuh. Alih-alih menjelaskan masalah dan solusi secara konsisten, sebagian pembelaan terhadap MBG dan KDMP justru tampil sebagai ๐ฑ๐ฒ๐บ๐ผ๐ป๐๐๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐น๐ผ๐๐ฎ๐น๐ถ๐๐ฎ๐ ๐ฝ๐ผ๐น๐ถ๐๐ถ๐ธ. Yang terlihat bukan proses koreksi yang tenang dan terukur, melainkan perlombaan menunjukkan keberpihakan terhadap program.
Padahal, kepercayaan tidak dibangun melalui ujian loyalitas. Kepercayaan dibangun melalui ๐ธ๐ฒ๐ท๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต, ๐ธ๐ผ๐ป๐๐ถ๐๐๐ฒ๐ป๐๐ถ ๐๐ถ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ ๐ฒ๐๐ฎ๐น๐๐ฎ๐๐ถ.
Karena itu, pertanyaan yang paling penting saat ini bukan lagi: ๐๐ฐ๐ธ ๐๐ฐ๐ธ ๐๐ข๐ฏ ๐ ๐ฐ๐ถ ๐๐ฐ? Karena ujian tersebut tampaknya telah berhasil dilewati.
Pertanyaan berikutnya jauh lebih menentukan: ๐๐ค๐ฌ ๐๐ช๐๐ ๐๐ง๐ช๐จ๐ฉ ๐พ๐๐ฃ ๐๐ค๐ช ๐๐๐จ๐ฉ๐ค๐ง๐?
Sebab tantangan terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar menahan tekanan, melainkan ๐บ๐ฒ๐บ๐๐น๐ถ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ๐ป. Baik kepercayaan publik, kepercayaan pelaku pasar, maupun kepercayaan di dalam koalisi pendukungnya sendiri.
Pada akhirnya, legitimasi politik tidak ditentukan oleh seberapa keras sebuah pemerintahan membela kebijakannya. Legitimasi ditentukan oleh kemampuan mengakui kekurangan, memperbaikinya secara konsisten, dan meyakinkan publik bahwa arah yang ditempuh memang layak dipercaya.
Jika ujian pertama adalah ketahanan, maka ujian kedua adalah kepemimpinan. Dan seperti sering terjadi dalam politik, ujian kedua biasanya jauh lebih sulit daripada yang pertama.
*) Bambang Intojo, penulis independen, pengamat transformasi sosial politik era digital
