Wamenkomdigi Nezar Patria Ingatkan Bahaya Teknologi Deepfake AI dalam Modus Penipuan Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengingatkan maraknya konten deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memicu peningkatan penipuan digital. Teknologi tersebut dinilai membuat konten palsu semakin sulit dibedakan dari kenyataan.
Nezar mengatakan AI kini mampu meniru suara, wajah, hingga ekspresi seseorang secara sangat akurat. Kemampuan itu membuka peluang penyalahgunaan oleh pelaku kejahatan siber.
“Sekarang suara kita bisa ditiru, gambar wajah kita bisa ditiru, dan tampil dalam bentuk deepfake video yang dihasilkan oleh AI dengan sangat mulus,” ujar Nezar dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan terus melahirkan teknologi baru. Selain memberikan manfaat ekonomi, kemajuan tersebut juga menghadirkan risiko keamanan digital yang semakin kompleks.
Nezar menyoroti maraknya penggunaan AI untuk menjalankan berbagai modus penipuan daring. Pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi itu untuk menciptakan konten manipulatif yang tampak meyakinkan.
Mantan jurnalis senior itu menyebut, fenomena tersebut sebagai synthetic reality atau realitas sintetik. Akibatnya, masyarakat awam semakin sulit membedakan informasi asli dan hasil rekayasa.
Baca Juga
Waspada Hoaks Deepfake Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Soal Dana Hibah Rp 900 Miliar
“Awamnya masyarakat kita tentang perkembangan AI ini membuat banyak yang terkecoh. Itu sebabnya scam saat ini luar biasa,” katanya.
Selain itu, Nezar menekankan pentingnya pengawasan manusia dalam pengembangan teknologi AI generasi terbaru. Prinsip human in the loop dinilai perlu diterapkan agar keputusan penting tidak sepenuhnya diserahkan kepada mesin.
“Banyak pakar mengusulkan agar dilakukan satu protokol yang cukup ketat, termasuk menerapkan prinsip human in the loop dalam decision making,” ujarnya.
Nezar juga menegaskan bahwa pengembangan AI harus mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan keamanan. Prinsip tersebut perlu diterapkan sejak tahap perancangan melalui pendekatan ethics by design.
Di sisi lain, pemerintah pun mendorong kolaborasi antara regulator, industri, akademisi, dan komunitas teknologi. Nezar mengakui langkah ini penting untuk membangun ekosistem AI yang inovatif sekaligus aman bagi masyarakat.
