Terima Menhan Jepang, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga Keamanan Maritim
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Jepang, Koizumi Shinjiro, di Kediaman Presiden Kertanegara, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin.
Pertemuan berlangsung di tengah upaya Indonesia dan Jepang memperkuat kemitraan strategis komprehensif. Kedua negara juga bertukar pandangan mengenai perkembangan kerja sama pertahanan dan isu-isu strategis kawasan.
Dalam pertemuan itu, Koizumi menegaskan komitmen Jepang untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Komitmen tersebut mengacu pada Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang ditandatangani kedua negara pada Mei 2026.
Baca Juga
Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188
Presiden Prabowo menyambut positif perkembangan hubungan pertahanan Indonesia dan Jepang. Ia mendorong agar kemitraan yang telah terjalin terus diperkuat dan memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Kami menyambut baik perkembangan positif kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang dan mendorong penguatan kemitraan yang saling menguntungkan,” kata Presiden dalam pertemuan tersebut dilansir dari laman Kemenhan, Minggu (14/6/2026).
Selain kerja sama pertahanan, kedua negara membahas pengembangan sumber daya manusia melalui pertukaran personel militer, pendidikan, dan kerja sama akademik. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penerimaan kadet Indonesia di National Defense Academy Jepang.
Indonesia dan Jepang memandang kerja sama antarmanusia sebagai fondasi penting hubungan bilateral jangka panjang. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat pemahaman dan kepercayaan strategis antara kedua negara.
Baca Juga
Kadin Buka-Bukaan Hasil Nyata Kunjungan Berulang Prabowo dan Pengusaha RI ke Prancis
Pembahasan juga mencakup penguatan kerja sama keamanan maritim, logistik, dan pemeliharaan alutsista. Kedua pihak turut menjajaki peluang kerja sama teknologi pertahanan yang dapat dikembangkan melalui dialog dan pembahasan teknis.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pertahanan masing-masing negara. Pada saat yang sama, kolaborasi itu diharapkan berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.
Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro juga menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai kesepahaman yang telah dicapai. Kedua negara sepakat memperkuat koordinasi agar implementasi kerja sama pertahanan berjalan konstruktif, saling menguntungkan, dan sesuai kepentingan nasional masing-masing.
