Kemendes PDT Kukuhkan 200 Pemuda Program "Bangun Desa Bangun Indonesia" untuk Belajar ke Jepang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi mengukuhkan dan melepas 200 pemuda-pemudi dalam program "Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia". Para pemuda pilihan ini akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengenyam pendidikan formal maupun informal sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret kementerian dalam membangun desa dari bawah, sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Yandri Susanto menegaskan pentingnya komitmen para pemuda yang terpilih untuk menjaga nama baik bangsa selama berada di luar negeri.
"Maka pesan saya, jaga nama baik Republik yang sangat kita cintai ini. Tidak boleh adik-adik mencederai merah putih, tidak boleh. Dengan apa? Dengan sesuatu yang tidak layak, baik dari perbuatan, perkataan, ataupun perilaku yang lain. Apalagi Jepang itu negeri yang sangat sopan santunnya dikedepankan," ujar Yandri dalam acara Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Yandri juga mengingatkan agar para peserta memanfaatkan kesempatan langka ini dengan belajar tekun dan tidak menyia-nyiakan waktu.
"Nah, maka di samping adik-adik menjaga adab, kesopanan, dan lain sebagainya, juga tak kalah pentingnya, belajar dengan baik, ya, belajar dengan tekun, jangan main-main. Karena kesempatan tidak datang dua kali. Ya. Jangan habiskan waktu dengan hura-hura dan yang tidak-tidak," tambahnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Jepang, para pemuda ini diharapkan kembali ke Tanah Air untuk mengabdi dan menggerakkan potensi ekonomi di desa masing-masing melalui berbagai program strategis Kemendes, seperti BUMDes dan Desa Ekspor.
Baca Juga
Sebut Desa Jadi Subjek Pembangunan, Mendes PDT Ajak Kepala Desa Kawal Program Asta Cita
Dukungan Utusan Khusus Presiden
Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Dalam orasinya, Raffi membakar semangat para pemuda dan mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menyambut puncak bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Raffi berpesan agar kemajuan teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI), tidak menjadi konsen yang menakutkan, melainkan harus dipelajari dan diadaptasi oleh generasi muda desa.
"Jadi untuk teman-teman para pemuda yang ada di desa, yang ada di kota, di mana pun itu, terutama yang ada di desa, juga jangan mau kalah. Sekarang ada belajar AI. Jadi ada yang orang-orang tuh takut, aduh, nanti kita kehilangan pekerjaan karena AI. Jangan salah. AI itu dibuat oleh manusia. Manusia bisa membuat AI, AI tidak bisa membuat manusia. AI tidak punya hati nurani, manusia yang punya hati nurani. Itu yang paling penting," kata Raffi.
Baca Juga
Ia juga menekankan bahwa esensi dari program ini adalah kontribusi nyata bagi daerah asal. Menjadi pahlawan bangsa tidak harus merantau dan menetap di kota besar, melainkan dengan memajukan tanah kelahiran sendiri.
"Jadi para pemuda untuk membangun Indonesia ataupun menjadi orang yang hebat itu, boleh punya cita-cita pengen ke kota, tapi jangan lupa membangun desanya sendiri, membangun tempat tanah lahirnya sendiri, itu juga sesuatu hal yang mulia. Jadi menjadi pahlawan itu bukan bukan harus ke kota, enggak. Salah satunya juga menjadi pahlawan itu, ini dia nih 'Bangun Desa, Bangun Indonesia'. Bangun desanya sendiri itu udah menjadi pahlawan," tegas Raffi.
Melalui program kolaborasi oktahelik yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, hingga lembaga terkait ini, pemerintah optimistis para pemuda mandiri ini akan pulang membawa inovasi baru demi pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan di desa.

