Dukung Transformasi Digital, Menkes Bidik Usia Harapan Hidup Naik Jadi 76 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menegaskan, transformasi digital kesehatan menjadi strategi utama pemerintah. Targetnya menaikkan usia harapan hidup dari 72 menjadi 76 tahun dan Healthy Life Expectancy (HALE) dari 60 menjadi 65 tahun.
“Kita sudah punya RPJPN, Pak Presiden sudah kasih target ke saya dua sebenarnya: menaikkan rata-rata usia hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 76. Kemudian yang kedua, menaikkan rata-rata usia hidup sehat, dari 60 ke 65,” ujar Budi dalam acara Bravo 500 Summit di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Budi, digitalisasi kesehatan akan mempermudah akses layanan medis, terutama di daerah terpencil. Teknologi konektivitas dan satelit mendukung telemedicine serta konsultasi kesehatan jarak jauh.
Transformasi digital juga mencakup pemanfaatan teknologi robotik dalam layanan medis. Dukungan sistem digital dan AI membantu meningkatkan akurasi tindakan serta memperluas akses layanan kesehatan.
Teknologi genomik menjadi bagian penting dalam ekosistem kesehatan digital nasional. Pemetaan DNA dan analisis genetik mendukung deteksi dini penyakit serta layanan kesehatan yang lebih presisi.
Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan regulasi untuk mempercepat integrasi data kesehatan melalui platform SatuSehat. Sistem ini menjadi fondasi interoperabilitas data di seluruh fasilitas kesehatan Indonesia.
Baca Juga
“Itu wajib bagi 3.100 rumah sakit, 25.000 klinik, 12.000 apotek, 6.000 lab wajib masuk,” kata Budi. Integrasi ini mendukung ekosistem data kesehatan nasional yang terhubung dan berbasis data.
Sekadar informasi, Indonesia kini membangun infrastruktur data kesehatan berskala besar. Data demografi, rekam medis, data klinis, dan genomik dikelola melalui cloud Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
Menurut Budi, pengumpulan data kesehatan nasional menggunakan mekanisme opt-out. Seluruh warga otomatis masuk sistem kecuali memilih keluar.
“Nggak banyak negara yang akan punya 200 juta data CT Scan dari masyarakat yang berkorelasi dengan penyakitnya. Indonesia by law punya, dan sekarang sedang kita bangun,” ujarnya.
Budi menambahkan big data kesehatan dan AI akan menjadi pilar utama transformasi digital kesehatan. Karena itu, kolaborasi pemerintah, industri teknologi, dan perusahaan telekomunikasi dinilai penting untuk mempercepat digitalisasi layanan kesehatan.

