Komisi VIII Sepakati Tambahan Anggaran Rp 50,16 Miliar untuk UIN Malang dari Hibah Saudi Arabia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Komisi VIII DPR menyetujui usulan tambahan anggaran sebesar Rp 50,16 miliar bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bersumber dari pinjaman dan hibah luar negeri. Persetujuan tersebut diberikan dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rabu (10/6/2026).
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk mendukung sejumlah komponen proyek pengembangan kampus, antara lain pekerjaan sipil dan infrastruktur (civil work and infrastructure), pengadaan furnitur dan peralatan (furniture and equipment), serta jasa konsultan.
Menurutnya, seluruh persyaratan administrasi dan teknis terkait usulan tambahan anggaran tersebut telah dipenuhi, termasuk persetujuan dari pihak pemberi dana hibah yaitu Pemerintah Saudi Arabia.
Baca Juga
“Persyaratannya untuk itu sudah terpenuhi semuanya dari Bappenas, Kementerian Keuangan, kemudian juga dari pihak Saudi Arabia sendiri yang selaku donor ya, pemberi bantuan. Tetapi ini memang ketentuannya harus melalui rekomendasi dari DPR. Nah, jadi atas dasar itu kami mohon kepada Bapak dan Ibu anggota DPR untuk memberikan persetujuan akan tambahan ini,” ujar Nasaruddin dalam rapat.
Ia menyatakan seluruh dokumen pendukung dan data autentik telah dilampirkan serta mendapat persetujuan dari seluruh pihak terkait. Kementerian Agama meminta dukungan dari Komisi VIII DPR agar proses realisasi tambahan anggaran tersebut dapat segera dilakukan.
Menanggapi permohonan tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid meminta pandangan anggota komisi terkait usulan tersebut. Seluruh anggota yang hadir menyatakan persetujuannya.
“Saya persilakan untuk teman-teman anggota dan pimpinan apakah ada tanggapan atau ee tidak atau persetujuan? Setuju ya? Oke,” katanya.
Baca Juga
Dalam kesimpulan rapat, Komisi VIII DPR RI secara resmi menyetujui usulan tambahan anggaran tahun 2025 yang berasal dari pinjaman dan hibah luar negeri untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebesar Rp 50,16 miliar.
“Dengan rincian sebagai berikut, yang komponen untuk usulan tambahan anggaran 2026 furniture dan equipment ya sebesar Rp 50 miliar,” ucap Abdul.
Atas persetujuan tersebut, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR. ia berharap dukungan yang diberikan dapat mempercepat realisasi pembangunan dan pengembangan fasilitas pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Dengan niat yang luhur semua pihak dan kita semuanya ada di sini, selain kami berterima kasih kepada Bapak dan Ibu yang mulia, kita juga bersyukur ke hadiran Allah Subhanahu wa ta’ala. Smoga harapan ekspektasi kita itu menjadi kenyataan seperti dengan tujuan luhur kita bersama,” ujar Nasaruddin.

