Kemenhan Tegaskan Belum Ada Deal dengan AS soal Bengkel Hercules di Kertajati
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menegaskan hingga saat ini belum ada kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) terkait rencana pembangunan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat Hercules di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, saat ini pembahasan masih berlangsung antara kedua pihak. Ia pun menegaskan belum ada keputusan final soal kerja sama tersebut.
Baca Juga
Jadi Bengkel Pesawat Hercules Asia, Kertajati Diproyeksikan Jadi Motor Baru Industri Aviasi
"Kalau sampai level deal belum ya, masih dalam tahap pembahasan," kata Rico di kantor Kemenhan, Selasa (2/6/2026).
Meski begitu, Rico menegaskan Indonesia tetap mendorong Kertajati menjadi pusat perawatan pesawat C-130 Hercules di kawasan Asia. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian pertahanan nasional.
Menurut Kemenhan, pengembangan fasilitas MRO Hercules bukan soal proyek bisnis. Keberadaannya juga akan mendukung kemampuan pemeliharaan dan perawatan alutsista matra udara di dalam negeri.
"Yang pasti ini untuk kepentingan nasional kita, memajukan kemandirian pertahanan kita juga, khususnya di bidang pemeliharaan dan perawatan alutsista matra udara," tegasnya.
Diketahui, pemerintah mengusulkan Bandara Kertajati sebagai lokasi pengembangan fasilitas tersebut karena memiliki lahan dan infrastruktur yang memadai. Bandara itu dinilai memiliki kapasitas yang kompetitif dibandingkan sejumlah fasilitas serupa di kawasan.
Baca Juga
Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Bengkel Hercules se-Asia, Pemerintah Sebut Dampak Ekonomi Baru
Kemenhan mengaku tidak terlalu khawatir jika negara lain ikut bersaing mendapatkan proyek tersebut. Menurut Rico, setiap negara memiliki peluang yang sama untuk menawarkan keunggulan masing-masing.
"Belum tentu juga Singapura memiliki fasilitas yang sebesar Kertajati," tegas Rico.
Kemenhan menargetkan fasilitas MRO atau bengkel pesawat Hercules di Kertajati dapat mulai beroperasi pada 2028. Jika terealisasi, fasilitas itu berpotensi menjadi pusat perawatan pesawat Hercules bagi Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia.

