Dompet Dhuafa Aceh Gelar ‘Meugang Berbagi’ Jelang Iduladha, Sasar Ratusan KK Terdampak Banjir Bandang
Poin Penting
|
PIDIE JAYA, investortrust.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa Aceh menggelar program ‘Meugang Berbagi’ untuk warga terdampak banjir bandang di Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya. Program yang digelar pada Selasa (26/5/2026) sore itu menyasar sekitar 150 kepala keluarga (KK).
Masyarakat yang menjadi target program tersebut masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi dan lingkungan pascabencana. Dalam kegiatan itu, warga menikmati hidangan kuah kare daging khas meugang serta es semangka sambil berbuka puasa Arafah bersama.
Kepala Desa Dayah Usen, Zulbahri mengungkapkan, tradisi meugang (memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu) memiliki makna penting bagi masyarakat Aceh dalam menyambut hari-hari besar keagamaan, termasuk Iduladha. Tradisi itu juga menjadi bagian dari semangat gotong royong warga setempat.
Baca Juga
Dompet Dhuafa Target Sebar 43.000 Hewan Kurban hingga ke Palestina
“Alhamdulillah, kegiatan meugang di lokasi kami berjalan dengan baik. Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh menjelang hari raya. Sebanyak 30 kg daging dimasak selama sekitar dua jam menjadi kuah kare khas Aceh,” tutur dia.
Menurut Zulbahri, wilayah Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Hingga kini, sejumlah fasilitas umum masih belum beroperasi optimal. Beberapa ruas jalan juga masih dipenuhi lumpur serta puing-puing kayu sisa banjir.
Di tengah kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Aceh terus menggulirkan berbagai program pemulihan, dari pembangunan rumah sementara, renovasi sekolah, hingga perbaikan puskesmas pembantu.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan, menjelaskan, program ‘Meugang Berbagi’ merupakan upaya untuk menjaga tradisi sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga
Cerita Relawan Dompet Dhuafa Saat Ditahan Tentara Israel: Ditendang hingga Disetrum
“Melalui ‘Meugang Berbagi’, kami ingin ikut menyemarakkan rangkaian Iduladha pascabanjir bandang, sekaligus membantu masyarakat yang masih dalam masa pemulihan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat tetap bisa merasakan hangatnya tradisi meugang,” ujar dia.
Sementara itu, pegiat Dompet Dhuafa Aceh, Benu Buloe menilai kegiatan tersebut dapat menguatkan semangat warga menyambut Iduladha di tengah keterbatasan ekonomi.
Tradisi meugang, kata Benu, menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat terdampak bencana. Soalnya, kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, sementara harga daging di Aceh saat ini mencapai sekitar Rp200 ribu per kg.
Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi Islam yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat dhuafa melalui pendekatan sosial, kemanusiaan, dan kewirausahaan sosial. Selama lebih dari tiga dekade, lembaga ini menjalankan program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah, budaya, serta tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

