Sambut Kepulangan Relawan Global Sumud Flotilla 2.0, Suasana Haru Warnai Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – Suasana haru dan bangga menyelimuti Arrival Lounge Umrah, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (24/5/2026). Tempat tersebut menjadi saksi kepulangan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung sebagai relawan dalam misi kemanusiaan internasional, Global Sumud Flotilla 2.0.
Para relawan yang telah mendedikasikan waktu dan energinya di garda terdepan aksi kemanusiaan global ini tiba dengan selamat di Tanah Air. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah A.K. Alsattari.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kembalinya para relawan kemanusiaan tersebut setelah melalui proses koordinasi dan negosiasi yang intensif.
"Bapak-Ibu sekalian, pada sore hari ini dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita menerima kembali kedatangan saudara-saudara kita yang tergabung tim Global Sumud Flotilla 2.0 yang kita ketahui sejak tanggal 18 yang lalu itu di-intersep dan ditahan oleh pihak militer Israel," ujar Menlu Sugiono dalam konferensi pers menyambut kedatangan para relawan.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak di dalam negeri yang telah bekerja keras mengupayakan pelepasan para relawan, mulai dari presiden, pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI, hingga lembaga Global Sumud Flotilla Indonesia dan Global Peace Convoy Indonesia.
Selain itu, kerja sama internasional juga menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini. Menlu secara khusus mengapresiasi negara-negara sahabat yang memberikan bantuan langsung di lapangan, terutama dalam proses penjemputan dari wilayah Ashdod.
Baca Juga
Sembilan WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang Ditangkap Israel Akhirnya Dibebaskan
Kecaman Keras Indonesia di PBB
Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel terhadap misi kemanusiaan sipil tersebut. Menlu menegaskan bahwa tindakan intersep itu merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, mengingat para relawan adalah masyarakat sipil yang membawa bantuan kemanusiaan murni untuk warga Palestina. Indonesia juga telah membawa pelanggaran ini ke forum Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei lalu.
Berdasarkan pantauan investortrust.id di lokasi, proses kepulangan mereka turut disambut hangat oleh pihak keluarga, kerabat, serta sejumlah lembaga kemanusiaan yang sejak siang telah menanti kedatangan para "Pahlawan Kemanusiaan" tersebut.
Mereka tampak membawa sejumlah poster bertuliskan ungkapan rasa syukur dan ucapan selamat datang. Salah satunya adalah adalah dari pihak keluarga Herman Budianto Sudarsono.
"Selamat datang Abi Herman tersayang," tulis salah satu poster yang dibawa oleh pihak keluarga.
"Abi Herman pahlawanku," tambahnya.
"Selamat datang pejuang kemanusiaan," tulis poster lainnya.
Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan kelanjutan dari gerakan global yang bertujuan untuk menembus batas-batas isolasi dan menyalurkan bantuan logistik, medis, serta moral ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Keterlibatan aktif WNI dalam misi ini kembali menegaskan posisi Indonesia yang konsisten dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan dunia.
Sebelumnya diberitakan, penangkapan sembilan WNI ini berawal saat pasukan Israel mulai mencegat sejumlah kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Senin (18/5/2026) lalu. Sejumlah kapal GSF dicegat secara bertahap, menyebabkan sejumlah relawan GSF ditangkap Israel.
Saat ini semua relawan GSF, termasuk sembilan WNI, telah bebas pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat. Mereka telah tiba di Turki menggunakan pesawat yang disewa otoritas setempat.
Sejumlah WNI yang ditangkap Israel melaporkan mendapat perlakuan tak manusiawi. Bahkan beberapa diantaranya mengabarkan mendapat kekerasan fisik seperti dipukul atau disetrum.
Baca Juga
Indonesia Kecam Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla, Prioritaskan Pelindungan WNI
Berikut daftar WNI yang sempat diculik tentara Israel berdasarkan laporan GPCI:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk

