Madya Apresiasi Pembangunan Museum Marsinah dan Penghormatan Buruh Perempuan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya), yang juga merupakan Praktisi Warisan Budaya dan Museum, Jhohannes Marbun, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penghargaan ini diberikan atas dukungan nyata dan perhatian besar kepala negara terhadap pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan resmi dari negara terhadap sejarah panjang perjuangan kaum buruh di Indonesia, khususnya pergerakan buruh perempuan.
Pria yang akrab disapa Joe Marbun ini menjelaskan bahwa dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto mencerminkan adanya komitmen kuat dari negara untuk terus merawat memori kolektif bangsa. Selain itu, kehadiran museum ini diyakini mampu memperkuat nilai-nilai keadilan sosial, menegakkan prinsip demokrasi, menjunjung hak asasi manusia, serta menghargai dedikasi kaum pekerja di tanah air. Komitmen kebudayaan ini dipandang menjadi preseden baik dalam menempatkan narasi rakyat kecil ke dalam panggung sejarah nasional.
“Kami memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungannya terhadap pembangunan Museum Marsinah. Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan penghormatan negara terhadap sejarah perjuangan kaum buruh, khususnya perjuangan buruh perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia,” ujar Joe Marbun dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Lebih lanjut, Joe Marbun menilai bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik sebuah gedung museum. Keberadaan infrastruktur ini sejatinya merupakan sebuah ikhtiar kebudayaan yang mendalam untuk menjaga ingatan sejarah bangsa agar tidak pudar oleh waktu. Kehadiran ruang ini juga sekaligus berfungsi sebagai sarana edukasi publik yang efektif untuk membangun kesadaran sosial yang kokoh di kalangan generasi muda.
Baca Juga
Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah, Simbol Penghormatan bagi Perjuangan Buruh
Sebagai catatan sejarah, Marsinah telah lama dikenal luas sebagai simbol abadi dari perjuangan buruh di Indonesia setelah dirinya wafat secara keji pada tahun 1993 silam demi membela hak-hak para pekerja pabrik. Sejak peristiwa tragis tersebut, sosok Marsinah melekat erat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah gerakan buruh nasional serta perjuangan hak asasi manusia di tanah air. Atas dasar nilai sejarah yang sangat besar itulah, tempat ini dinilai memiliki posisi yang sangat strategis.
Joe Marbun menegaskan bahwa institusi ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena bergerak sebagai museum yang berbasis pada memori sosial dan nilai-mana kemanusiaan. “Museum Marsinah harus dimaknai sebagai ruang edukasi publik, ruang refleksi kebangsaan, dan ruang pengingat bahwa demokrasi, hak-hak pekerja, dan keadilan sosial diperoleh melalui perjuangan panjang serta pengorbanan,” tambahnya secara mendalam.
Sebagai praktisi yang berkecimpung di dunia warisan budaya, ia mengingatkan bahwa konsep museum modern di era digital saat ini harus terus berkembang. Sebuah museum tidak boleh lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan barang kuno, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran publik yang inklusif, partisipatif, serta relevan dengan dinamika perkembangan zaman. Pihaknya berharap pusat sejarah ini dapat dioptimalkan menjadi wadah riset serta literasi sejarah sosial.
“Kita membutuhkan lebih banyak museum yang menghadirkan narasi rakyat, narasi perjuangan, dan narasi keningratan atau kemanusiaan. Museum bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana bangsa ini membangun kesadaran masa depan,” urai Joe Marbun menjelaskan visi kebudayaannya.
Menutup pernyataannya, Joe Marbun menaruh harapan besar agar sistem tata kelola tempat ini ke depan dapat dijalankan secara profesional, berkelanjutan, serta adaptif terhadap kemajuan teknologi modern. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna dan pemenuhan kebutuhan edukasi masyarakat kekinian, destinasi sejarah ini diharapkan mampu menjadi pelopor sekaligus percontohan terbaik bagi pengembangan museum tematik berbasis sejarah sosial di seluruh penjuru Indonesia.

