Bagikan

Kemenkes Berupaya Hantavirus Tak Jadi Pandemi Baru

Poin Penting

Kementerian Kesehatan memastikan pengawasan dan isolasi dilakukan agar kasus Hantavirus pada penumpang kapal MV Hondius tidak meluas dan tidak berkembang menjadi pandemi baru.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menyebut pemerintah memantau ketat penumpang dari Amerika Selatan melalui sistem digital “All Indonesia” dengan masa observasi 4–8 hari sesuai masa inkubasi virus.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kebersihan lingkungan, dan melaporkan riwayat perjalanan secara jujur guna membantu pencegahan penyebaran virus.

JAKARTA, investortrust.id — Munculnya kabar mengenai Hantavirus yang menjangkiti penumpang kapal pesiar MV Hondius sempat menimbulkan kekhawatiran publik. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat tetap tenang dan menegaskan bahwa upaya isolasi tengah dilakukan agar kasus ini tidak meluas dan tidak menjadi pandemi baru.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan pemerintah saat ini sedang berjaga di lini terdepan, terutama memantau kedatangan penumpang dari wilayah Amerika Selatan.

Melalui aplikasi "All Indonesia", pemerintah bisa melacak siapa saja yang baru kembali dari negara-negara seperti Argentina.

"Atensi ini memang dipicu oleh kejadian di MV Hondius. Kita pantau terus pergerakannya, namun kita berharap ini tidak menjadi pandemi. Ini beda dengan COVID-19," tutur Andi kepada wartawan saat ditemui di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pemerintah menetapkan masa pemantauan intensif selama 4 hingga 8 hari, sesuai dengan masa inkubasi virus tipe HPS yang ditemukan. Selama waktu tersebut, petugas kesehatan akan lebih jeli melihat gejala yang muncul pada penumpang dari rute-rute internasional tertentu.

Baca Juga

Waspada Hantavirus, Kemenkes Aktifkan Sistem Karantina Digital di 51 Pintu Masuk Internasional

Andi berharap dukungan masyarakat agar kasus ini bisa segera tuntas tanpa harus mengganggu aktivitas publik secara luas. Pemerintah ingin memastikan bahwa penanganan yang dilakukan saat ini sudah cukup kuat untuk mengunci persebaran virus agar hanya berada di lingkungan klaster kapal tersebut.

"Kita ingin ini cukup di klaster kapal itu saja. Kalau semua sudah diperiksa dan hasilnya aman, kita semua bisa bernapas lega dan intensitas pengawasan di bandara atau pelabuhan bisa kembali normal," tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan melaporkan riwayat perjalanan mereka secara jujur melalui sistem barcode digital yang telah disediakan pemerintah di setiap gerbang masuk internasional.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024