Karangan Bunga Hiasi Stasiun Bekasi Timur, Pengguna KRL Doakan para Korban Kecelakaan
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id — Karangan bunga menghiasi Stasiun Bekasi Timur, Minggu (3/5/2026). Para pengguna kereta rel listrik (KRL) atau commuter line bergantian meletakkan bunga dan memanjatkan doa bagi 16 perempuan korban kecelakaan saat Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menabrak commuter line Cikarang, Senin (27/4/2026) malam.
Bunga-bunga diletakkan di lantai dua stasiun, tepatnya di sepanjang kaca dekat akses masuk sebelum mesin tap. “Saya setiap hari naik KRL. Entah kenapa rasanya dekat, seperti kehilangan teman perjalanan,” tutur Alesya, salah satu penumpang, yang mengaku datang secara khusus ke lokasi meski tidak mengenal para korban.
Pengguna lainnya, Kresna, menyampaikan hal serupa. “Tiap hari kita berangkat bareng, walau tidak saling sapa. Tapi rasanya tetap satu perjalanan,” kata dia.
Baca Juga
Stasiun Bekasi Timur Kembali Layani Penumpang, Perjalanan KRL Bekasi–Cikarang Normal
Selain rangkaian bunga, sejumlah pesan duka diselipkan para pengguna KRL. Beberapa di antaranya turut menyertakan foto para korban.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba menjelaskan, karangan bunga di Stasiun KRL Bekasi Timur mencerminkan empati dan solidaritas antarpengguna.
“Kami melihat bagaimana pelanggan hadir dengan ketulusan, membawa doa, dan saling menguatkan. Meskipun tidak saling mengenal, ada rasa kebersamaan yang tumbuh dari perjalanan yang dijalani setiap hari,” ujar Anne dalam keterangan resminya.
Baca Juga
Menhub 'Update' Korban Kecelakaan KRL Bekasi, Total 106 Penumpang
Anne menyampaikan apresiasi atas kepedulian para pengguna. “Terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Di tengah situasi ini, kita merasakan bahwa perjalanan bersama juga menghadirkan rasa saling menjaga,” tutur Anne.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat jumlah perjalanan KRL lintas Cikarang terus meningkat, dari 158 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 281 perjalanan per hari pada 2025.
Jumlah pengguna juga mengalami kenaikan dari 55,6 juta pada 2022 menjadi 71,6 juta pada 2023, lalu 84,4 juta pada 2024, dan 85,9 juta pada 2025. Pada kuartal I-2026, jumlah pengguna tercatat mencapai 21,7 juta.

