Menhub 'Update' Korban Kecelakaan KRL Bekasi, Total 106 Penumpang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan pembaruan jumlah korban kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) lintas Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026) malam.
Menurut dia, total korban terdampak dalam peristiwa tersebut mencapai 106 penumpang, terdiri dari korban meninggal dunia dan luka-luka.
Baca Juga
KA Argo Tabrak KRL di Bekasi Timur, 14 Orang Meninggal, 84 Luka-Luka
“Dapat kami sampaikan bahwa terkait dengan jumlah penumpang, sebagaimana yang kami update hari sebelumnya, pada hari ini kami juga ingin menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang menjadi korban baik yang meninggal maupun luka-luka 106 penumpang. Kemudian yang meninggal dunia 15 penumpang, dan yang luka-luka 91 (penumpang),” kata Dudy seusai meninjau lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).
Dia menjelaskan, sebagian besar korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit rujukan. Dari total korban luka, puluhan di antaranya telah berangsur pulih dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.
“Dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali. Nah, harapan kami bahwa sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga,” terang Dudy.
Baca Juga
Kronologi Awal Kecelakaan Kereta Argo dan KRL di Bekasi Timur
Berdasarkan kronologi awal, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan bahwa insiden bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang tertemper taksi listrik berwarna hijau di perlintasan sebidang JPL 85. Rangkaian KRL kemudian dievakuasi dan ditetapkan sebagai perjalanan luar biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal.
Dampak dari kejadian tersebut, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden tabrakan dengan KRL atau commuter line PLB 5568 yang sedang berhenti.

