Pengguna LRT Jabodebek Tembus 62.278 Orang di Libur Panjang 'May Day' 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 62.278 orang menggunakan layanan LRT Jabodebek di libur panjang Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1–3 Mei 2026
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menyatakan, layanan LRT Jabodebek dioperasikan sebanyak 270 perjalanan per hari guna mendukung mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat selama periode liburan.
"Dengan jaringan yang terhubung ke berbagai kawasan strategis di Jabodebek, LRT Jabodebek menjadi solusi transportasi publik yang efisien bagi masyarakat untuk mengakses pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan hunian, hingga titik-titik rekreasi, sekaligus terintegrasi dengan moda lain seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, kereta cepat Whoosh, MRT, Transjakarta, dan layanan feeder lainnya," katanya dalam keterangan pers, Sabtu (2/5/2026).
Radhitya menambahkan, momentum libur panjang (long weekend) ini menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi publik yang lebih efisien dan andal.
"Pada periode libur panjang, transportasi menggunakan LRT Jabodebek menawarkan keunggulan dari sisi efisiensi waktu dan kenyamanan karena bebas dari kemacetan. Dengan sistem perjalanan yang terjadwal dan terpantau, masyarakat dapat bepergian dengan lebih pasti," ujarnya.
Pada Jumat (1/5/2026), kata Radhitya, jumlah pengguna LRT Jabodebek tercatat sebanyak 45.077 pengguna. Adapun stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi yakni Dukuh Atas (7.840 pengguna), Harjamukti (5.338 pengguna), Cikoko (4.718 pengguna), Bekasi Barat (3.845 pengguna), Jati Mulya (3.160 pengguna), TMII (2.204 pengguna), dan Kampung Rambutan (933 pengguna).
Sementara itu, pada Sabtu (2/5/2026) hingga pukul 14.00 Wib, tercatat sebanyak 22.201 pengguna.
Baca Juga
Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127.089 Orang Pasca-Insiden Kereta di Bekasi
"Stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi pada 2 Mei 2025 didominasi oleh Harjamukti (3.254 pengguna), Jati Mulya (2.000 pengguna), Cikoko (1.888 pengguna), Dukuh Atas (1.863 pengguna), Bekasi Barat (1.654 pengguna), (Cikunir 1 (1.652 pengguna), dan TMII (901 pengguna)," papar Radhitya.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi pilihan selama menikmati libur panjang akhir pekan.
"Ini mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi LRT Jabodebek yang efisien, terjangkau, dan memiliki kepastian waktu tempuh. LRT Jabodebek hadir sebagai solusi mobilitas yang tidak hanya praktis, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terintegrasi," tambah Radhitya.
Lebih lanjut, LRT Jabodebek menawarkan tarif yang terjangkau dengan tarif maksimal Rp 10.000, sehingga menjadi pilihan ekonomis bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan selama libur panjang.
Di tengah peningkatan mobilitas tersebut, KAI mengimbau seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama selama perjalanan.
"Kami mengimbau kepada para pengguna layanan agar memprioritaskan tempat duduk bagi ibu hamil, ibu menyusui, pengguna dengan balita, lansia, dan penyandang disabilitas; tidak makan dan minum selama berada di dalam kereta maupun area stasiun; tidak berbicara dengan suara keras serta tidak menyalakan perangkat elektronik dengan volume tinggi; pengguna diimbau menggunakan earphone; tidak membawa barang yang dilarang seperti makanan berbau menyengat, senjata tajam, hewan, dan barang lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna," tutur Radhitya.
KAI juga memastikan kesiapan operasional LRT Jabodebek melalui pengawasan terintegrasi dan kehadiran petugas di lapangan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna selama periode libur panjang.
"Melalui layanan yang terhubung, andal, dan terjangkau, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik LRT Jabodebek sebagai pilihan utama selama long weekend, sekaligus mendukung mobilitas perkotaan yang lebih efisien, tepat waktu, dan berkelanjutan," pungkas Radhitya.

