Di Hadapan Prabowo, Buruh Minta Rumah Dekat dengan Kawasan Industri
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah menyampaikan sejumlah keresahan kaum buruh Tanah Air saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Silang Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Salah satunya adalah rumah layak huni. Usulan ini selaras dengan program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, mayoritas buruh Indonesia masih mengontrak yang lokasinya berada jauh dari tempat kerja mereka. Untuk itu, KPBI, kata Ilhamsyah mendukung program 3 juta rumah Prabowo. Ilhamsyah meminta pemerintah membangun rumah bagi buruh yang dekat dengan kawasan industri.
"Kami mendukung program pengadaan rumah yang sedang dilakukan oleh pemerintah dan kami sangat berharap program perumahan yang akan dibangun oleh negara adalah program perumahan yang terintegrasi dengan kawasan-kawasan industri." katanya.
Baca Juga
Teken Perpres Ratifikasi Konvensi ILO 188, Prabowo Prioritaskan Kesejahteraan Nelayan
Rumah dekat kawasan industri akan memudahkan buruh untuk bekerja. Dengan demikian, kemacetan lalu lintas akan berkurang.
"Sehingga buruh apabila mau bekerja tidak perlu lagi naik motor, kita bisa hemat BBM, kita bisa mengurangi kemacetan, kita bisa mengurangi stres akibat kemacetan di jalan," katanya.
Dia menambahkan, permukiman yang terintegrasi dengan kawasan industri dapat menekan pengeluaran belanja rumah tangga sehingga meningkatkan kesejahteraan buruh.
"Perumahan yang terintegrasi dengan kawasan adalah jalan yang terbaik, dan ini adalah cara kita untuk meningkatkan kesejahteraan buruh karena 20-30% pengeluaran dari upah habis untuk membayar kontrakan untuk setiap bulannya," ungkap Ilhamsyah.
Ilhamsyah juga menyoroti kaum buruh yang baru menikah. Dikatakan, keluarga muda selalu mendapatkan pilihan sulit ketika mengurus anak-anaknya.
"Bagi pekerja-pekerja muda yang baru menikah setelah dia berkeluarga dan punya anak mereka dihadapkan kepada pilihan yang pahit. Pilihan pertama anaknya harus dititip di neneknya di kampung atau salah satu di antara mereka harus keluar dari tempat kerja untuk menjaga anaknya," katanya.
Untuk itu, KPBI mengusulkan adanya tempat penitipan anak atau daycare di tempat kerja. Dengan demikian, buruh dapat tenang bekerja dan anak-anaknya dapat tumbuh dengan baik.
"Kami berharap negara hadir untuk membuat daycare di tempat-tempat kawasan-kawasan industri, di permukiman-permukiman buruh agar anak-anak buruh bisa hidup layak, bertumbuh kembang dengan baik. Negara harus hadir untuk menciptakan manusia-manusia yang lebih baik ke depan dari balita, sehingga anak-anak buruh mendapatkan jaminan kesehatan dan pengasuhan yang baik," tutur Ihamsyah.
Prabowo mengatakan, usulan mengenai daycare merupakan usulan yang baik. Prabowo berjaniji akan memperjuangkan usulan tersebut secepatnya.
"Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak, daycare. ini saran yang baik. Akan kita perjuangkan ini. Akan kita laksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya," katanya.
Terkait dengan usulan hunian bagi buruh, Prabowo mengatakan, pemerintah telah membangun 350.000 unit rumah untuk buruh. Pemerintah, katanya, menargetkan dapat membangun minimal 1 juta rumah.
"Dan rumah-rumah ini akan sesuai saran saudara, akan dibuat di klaster-klaster yang dekat dengan kawasan industri, dekat tempat kerja," katanya.
Baca Juga
Bahkan, Prabowo mengaku sudah berencana membangun kota-kota baru. Tiap kota akan dibangun sekitar 100.000 unit rumah susun dengan fasilitas penunjang yang lengkap, mulai dari sekolah, rumah sakit, daycare, hingga fasilitas olahraga dan akses transportasi.
"Supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik, dan saudara-saudara kita akan coba bahwa nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transportasi dengan harga yang sangat ringan," katanya.

