Sertijab Kepala Bakom, Qodari Pastikan Komunikasi Pemerintah Akan Agresif
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah M Qodari memastikan komunikasi pemerintah akan lebih proaktif dan agresif. Hal itu disampaikan Qodari seusai serah terima jabatan (sertijab) kepala Bakom dari Angga Raka di kantor Bakom, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Qodari menegaskan bahwa pola komunikasi kebijakan negara di bawah kepemimpinannya akan mengalami perubahan paradigma yang lebih tajam.
Baca Juga
Sertijab Kepala Bakom ke Qodari, Angga Raka Yakin Komunikasi Pemerintah Bakal Lebih Baik
Qodari menyatakan, dengan arus informasi yang mengalir sangat cepat di era digital saat ini, pemerintah tidak bisa lagi menggunakan metode dan pola komunikasi lama yang cenderung pasif. Pemerintah perlu proaktif dan agresif menyampaikan capaian pembangunan pemerintah maupun penjelasan kebijakan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat.
"Ke depan saya berharap Bakom dapat lebih proaktif. Kalau bahasa aslinya, agresif dalam mengomunikasikan kebijakan pemerintah. Kenapa harus agresif? Karena memang program Bapak ini banyak banget ya dan baru-baru,” katanya.
Mantan KSP ini menekankan pasif apalagi diam bukan pilihan baik di tengah gempuran informasi di media sosial yang bisa diakses sejarak jempol. Strategi komunikasi yang agresif dan seimbang dinilai menjadi kunci agar perspektif pemerintah tidak tenggelam oleh isu-isu yang tidak berdasar.
"Jadi kita harus melakukan perimbangan, memberikan perspektif dan pandangan-pandangan. Jadi bukan cuma proaktif, tetapi harus agresif. Your words against my words,” tuturnya.
Qodari meyakini dukungan publik akan tetap kuat dengan pola komunikasi tersebut karena diiringi niat baik dan manfaat nyata dari program Prabowo. Dikatakan, rasionalitas masyarakat dalam membedakan kerja nyata pemerintah di tengah arus informasi yang cepat saat ini.
Selain itu, Qodari meminta seluruh jajaran Bakom untuk bekerja dengan standar intelektual yang tinggi, yang ia sebut dengan istilah erudisi atau tajam dan mendalam. Hal ini diperlukan agar setiap narasi yang keluar dari Bakom didasarkan pada data dan teori yang kuat, bukan sekadar retorika semata.
"Apa itu erudisi? Yaitu ketajaman dan kedalaman berpikir. Jadi ada data, ada teori ya, ada artikulasi, semuanya harus lengkap ya. Kenapa? Karena dengan cara seperti itu kita bisa memberikan keyakinan baik keputusan maupun juga komunikasi dengan publik baik ke dalam maupun ke luar,” paparnya.
Qodari menekankan pentingnya dukungan komunikasi yang solid untuk memastikan setiap program strategis pemerintah dapat dipahami secara jernih oleh masyarakat luas tanpa distorsi.
Baca Juga
Dilantik Prabowo sebagai Kepala Bakom, Qodari Beberkan Tantangan Komunikasi Pemerintah
Dalam kesempatan ini, Qodari mengapresiasi Angga Raka Prabowo, yang telah memimpin transisi Bakomdari sebelumnya bernama Presidential Communication Office (PCO). Qodari menilai fondasi organisasi yang telah dibangun Angga Raka sudah dapat membawa Bakom RI menghadapi tantangan komunikasi publik.
"Terima kasih Pak Angga ya sudah melakukan transisi dari PCO Bakom, sudah membangun organisasi, sudah merekrut personalia, dan yang terpenting telah menyiapkan anggaran yang memadai,” ujar Qodari.

