Prabowo Terkesan dengan Terobosan Pengolahan Sampah di TPST BLE Banyumas
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku terkesan dan mengapresiasi terobosan dalam pengolahan sampah yang dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas. Dengan teknologi yang sederhana, pengolahan sampah menjadi paving block hingga genteng yang dilakukan di TPST BLE Banyumas merupakan langkah efektif untuk mengurangi sampah.
Hal itu disampaikan Prabowo seusai meninjau TPST BLE Banyumas, Selasa (28/4/2026). Dalam peninjauan ini, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq,, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Baca Juga
Prabowo Tiba di Jateng, Bakal Tinjau Pengelolaan Sampah hingga Proyek Hilirisasi
"Saya sangat terkesan dan terima kasih, pak bupati dan kepala dinas ini suatu terobosoan inisiatif yang sangat baik kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tetapi efektif," kata Prabowo dalam keterangannya kepada wartawan dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan TPST BLE Banyumas dapat menjadi contoh bagi kabupaten, kota, provinsi hingga negara lain dalam pengolahan sampah. Untuk itu, Prabowo memastikan pemerintah pusat akan mengucurkan bantuan untuk mengembangkan TPST BLE ini agar makin efektif dalam mewujudkan target zero sampah pada 2028.
"Jadi ini dari pemerintah pusat akan mendorong dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita kembangkan perbaiki kembangkan agar lebih efektif, janji bupati. Akhir 2028 zero sampah," katanya.
Baca Juga
Dilantik Prabowo sebagai Menteri LH, Jumhur Hidayat Siap Benahi Persoalan Sampah
TPST BLE Banyumas merupakan fasilitas pengolahan sampah modern yang mampu mengolah 574,52 ton sampah per hari. Di fasilitas ini, sampah organik akan diolah menjadi kompos dan maggot untuk pakan ternak, sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi produk bernilai guna seperti paving block dan genteng plastik.

