Presiden PKS Temui Ketum PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Bahas Sejumlah Isu Nasional
Poin Penting
|
YOGYAKARTA, investortrust -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf melakukan kunjungan ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta pada Senin sore (20/4/2026). Kedatangan jajaran pimpinan PKS disambut langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir beserta jajaran pengurus pusat lainnya.
Di pertemuan tersebut, Almuzzammil Yusuf memandang Muhammadiyah sebagai organisasi senior dalam pengabdian di tanah air. PKS merasa perlu menyerap banyak ilmu dari organisasi yang mencapai 114 tahun.
"Kami ingin belajar dari Muhammadiyah yang usianya 90 tahun lebih awal dari PKS, organisasi yang telah sangat mapan dan konsisten bergerak di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, hingga ekonomi. Alhamdulillah ini menjadi kunjungan yang sangat berharga," kata Almuzzammil dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Keduanya juga membahas isu-isu strategis nasional. PKS mengajak Muhammadiyah agar bersama-sama mengembangkan politik wacana bersama partai-partai islam yang lain untuk membangun narasi berbangsa dan bernegara yang secara harmonis memadukan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Baca Juga
PKS Dorong Indonesia Aktif dalam Diplomasi Terkait Ketegangan di Selat Hormuz
PKS juga berkomitmen untuk terbuka terhadap kritik dan saran dari para tokoh bangsa guna memastikan langkah partai tetap selaras dengan kebutuhan rakyat. "Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak saran dan masukan kebangsaan dari Muhammadiyah. Insyaallah, safari ini akan kami lanjutkan ke ormas-ormas lainnya," ucap Almuzzammil.
Salam pertemuan tersebut, Presiden PKS didampingi oleh sejumlah petinggi DPP PKS, antara lain Bendahara Umum, Noerhadi, Ketua Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama, Ali Akhmadi, Kepala KSP, Pipin Sopian, dan Anggota Fraksi PKS DPR RI, Sukamta.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Silaturahmi Kebangsaan yang merupakan tradisi PKS untuk memperkuat sinergi antara partai politik dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam membangun narasi kebangsaan. PKS berharap pertemuan ini menjadi pemantik sinergi yang lebih erat antara elemen politik dan sosial dalam mengawal agenda strategis nasional demi kemajuan Indonesia. (Febrianto Adi Saputro)

