Danantara Siapkan Holding Sekuritas BUMN, Pisahkan Sekuritas Pelat Merah dari Induk Bank
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan rencana besar untuk merombak struktur perusahaan sekuritas milik negara. Danantara berencana menggabungkan seluruh perusahaan sekuritas pelat merah ke dalam satu payung holding tersendiri.
Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan sekuritas BUMN seperti Mandiri Sekuritas hingga BNI Sekuritas. Selama ini, entitas tersebut berstatus sebagai anak usaha perbankan di bawah naungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Nafas, menjelaskan bahwa proses akuisisi ini akan mentransformasi perusahaan-perusahaan sekuritas tersebut menjadi BUMN yang independen.
"Artinya, mereka akan berdiri sendiri menjadi sebuah BUMN sendiri. Tidak di bawah bank-bank. Jadi dia holding sendiri," ujar Rohan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Rohan menekankan bahwa alasan utama di balik kebijakan ini adalah pertumbuhan aset yang sudah sangat signifikan. Skala bisnis perusahaan sekuritas BUMN saat ini dinilai sudah cukup matang untuk dikelola secara terpusat tanpa bergantung pada struktur perbankan.
Baca Juga
Danantara Bentuk PT Denera, Holding Proyek Energi Sampah Terintegrasi
Ia mengibaratkan transformasi ini serupa dengan pembentukan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Rohan mengenang bagaimana BSI berawal dari anak usaha perbankan yang kemudian berkembang pesat hingga menjadi entitas BUMN raksasa yang mandiri.
"Sama saja dengan Bank Syariah Indonesia. Dulu start-nya sebagai Bank Syariah Mandiri, anak perusahaannya Mandiri juga. Dari kecil jadi besar, sekarang asetnya sudah ratusan triliun," tuturnya.
Selain faktor aset, aspek kelincahan bisnis menjadi pertimbangan krusial. Dengan menjadi holding mandiri, proses pengambilan keputusan strategis diharapkan menjadi lebih singkat dan efektif.
"Dia bisa mengambil keputusan lebih cepat karena tidak perlu melapor ke induk lagi," imbuh Rohan.
Meski rencana ini telah dipastikan, Danantara masih menutup rapat rincian teknis terkait total aset gabungan maupun entitas yang akan ditunjuk sebagai pemimpin holding. Rohan menyebutkan bahwa penentuan induk holding tidak hanya didasarkan pada nilai aset, tetapi juga kualitas manajemen hingga jenis portofolio perusahaan.
Langkah Danantara ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan pasar modal Indonesia. Mengingat perusahaan sekuritas BUMN selama ini memegang peran dominan dalam transaksi pasar modal dan penjaminan emisi di Tanah Air.

