Kementerian BUMN Akan Hati-Hati IPO-kan Anak Perusahaan Pelat Merah, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan tetap berhati-hati mendorong penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perusahaan BUMN maupun anak usaha BUMN.
“Kita semua tentu tak ingin ke depannya ada BUMN atau anak perusahaan BUMN memiliki permasalahan. Makanya, IPO akan tetap dilakukan secara hati-hati,” ujar Juru Bicara Kementerian BUMN yang juga Staf Khusus Menteri BUMN, Arya M Sinulingga saat ditemui di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Senin (12/02/2024).
Baca Juga
Menurut Arya, sejauh ini Kementerian BUMN belum memutuskan anak perusahaan BUMN mana saja yang akan menggelar IPO saham dalam waktu dekat. “Kementerian BUMN akan menunggu hingga stabilnya kondisi ekonomi-politik pasca-Pemilu 2024 untuk merumuskan perencanaan IPO,” tutur dia.
Saat ini, kata Arya, Kementerian BUMN tengah dalam proses penjajakan. "Belum (rencana IPO), belum ada itu. Mungkin nanti ya, kita lihat setelah pemilu," tandas Arya.
Baca Juga
Mandiri Sekuritas Optimistis Dana IPO Saham Tahun Ini Meningkat
Selama kepemimpinan Erick Thohir (2019-2024), tercatat ada dua anak perusahaan BUMN yang melakukan IPO. Pertama adalah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL). Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk itu melakukan IPO pada 22 November 2021. Kedua yaituPT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) yang menggelar IPO pada 24 Februari 2023.
MTEL meraup dana IPO Rp 18,79 triliun. Itu merupakan angka IPO terbesar kedua pada 2021 setelah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang mengantongi dana Rp 21,90 triliun. Sedangkan PGEO yang melantai di bursa pada 24 Februari 2023 berhasil meraup Rp 9,05 triliun.

