IHSG Ditutup Lompat 4,42%, Kenaikan Tertinggi dalam Sehari di Tahun 2026
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/4/2026), ditutup rebound signifikan dengan kenaikan 308 poin (4,42%) menjadi 7.279. Rentang pergerakan 6.970-7.281 dengan nilai transaksi Rp 20,83 triliun.
Kenaikan pesat tersebut sejalan dengan penguatan signifikan seluruh indeks pasar saham Asia setelah gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu disepakati. Gencatan senjata juga disertai dengan pembukaan selat Hormuz yang langsung direspons penurunan drastic harga minya dunia hari ini.
Baca Juga
Prabowo Ungkap 70% Perdagangan Energi Asia Timur Lewat Indonesia: Kita Adalah Kunci
Kenaikan pesat tersebut sejalan dengan lompatan harga seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar melambung 8,79%, sektor infrastruktur 6,27%, sektor industry 6,06%, sektor consumer primer 4,39%, sektor teknologi 4,19%, dan sektor keuangan 2,63%.
Lompatan indeks tersebut juga ditopang penguatan harga saham emiten big cap, seperti BBCA, BREN, BBRI, BYAN, AMMN, DSSA, TPIA, BMRI, hingga BRPT. Lompatan juga melanda saham ASII, BBNI, EMAS, dan sejumlah saham kapitalisasi pasar bernilai jumbo lainnya.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham FWCT naik 34,18% menjadi Rp 106, RMKO menguat 25% menjadi Rp 535, SOTS naik 24,84% menjadi Rp 955, ROCK melesat 24,94% menjadi Rp 2.480, OASA naik 24,39% menjadi Rp 306, dan TRUK naik 24,79% menjadi Rp 292.
Baca Juga
Risiko Geo Politik Membayangi, Target Harga Saham Indofood CBP (ICBP) Dipangkas
Kemarin, IHSG melemah sebanyak 18,4 poin (0,26%) menjadi 6.971 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,77 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 371,50 miliar, BBRI mencapai Rp 364,30 miliar, dan ANTM senilai Rp 306,78 miliar.
Pelemahan kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor industry 2,63%, consumer non primer 0,99%, consumer primer 0,70%, teknologi 0,96%, dan transportasi 1,35%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, keuangan, dan energi.
Meski IHSG kembali merosot, sejumlah saham berikut melesat, tiga saham naik hingga auto reject atas (ARA), yaitu PMJS naik 34,92% menjadi Rp 151, IFSH naik 25% menjadi Rp 2.800, dan MEGAS naik 24,72% menjadi Rp 5.600.

