IHSG Dibuka Terbang 2,72%, Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/4/2026), dibuka terbang sebanyak 191 poin (2,72%) menjadi 7.142, menyusul gencatan senjata AS-Iran dengan rencana pembukaan selat Hormuz.
Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan seluruh pasar saham Asia pagi ini. Penopang utama kenaikan indeks datan dari penguatan saham sektor material dasar 3,64%, sektor infrastruktur, sektor consumer primer, sektor industry dengan kenaikan lebih dari 2%.
Baca Juga
Kenaikan tersebut juga ditopang penguatan saham big cap, seperti saham DSSA, MLTP, BREN, RATU, TPIA, BRPT, TINS, dan MDKA. Kenaikan juga melanda saham PANI dan ANTM.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat pagi ini, yaitu saham PMJS menguat 25,83% menjadi Rp 191, IFSH menguat 24,29% menjadi Rp 3.490, dan ARTA menguat 11,22% menjadi Rp 3.270.
Kemarin, IHSG melemah sebanyak 18,4 poin (0,26%) menjadi 6.971 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,77 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 371,50 miliar, BBRI mencapai Rp 364,30 miliar, dan ANTM senilai Rp 306,78 miliar.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Diprediksi Pertahankan Pertumbuhan Kinerja 2026, Sahamnya Bisa Ngacir
Pelemahan kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor industry 2,63%, consumer non primer 0,99%, consumer primer 0,70%, teknologi 0,96%, dan transportasi 1,35%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, keuangan, dan energi.
Meski IHSG kembali merosot, sejumlah saham berikut melesat, tiga saham naik hingga auto reject atas (ARA), yaitu PMJS naik 34,92% menjadi Rp 151, IFSH naik 25% menjadi Rp 2.800, dan MEGAS naik 24,72% menjadi Rp 5.600.

