IHSG Dibuka Anjlok 0,44%, Sebaliknya Saham YPAS Langsung Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4/2026), dibuka anjlok sebanyka 31,33 poin (0,44%) menjadi 7.153,11. Penurunan ikut pelemahan hampir seluruh pasar saham Asia.
Tekanan indeks dipengaruhi atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperit sektor industry, material dasar, energi, teknologi, consumer primer, hingga infrastruktur. Sebaliknya saham kesehatan, consumer non primer, dan keuangan dibuka naik.
Baca Juga
Produksi Migas Medco (MEDC) Tetap Tumbuh dengan Laba US$ 101 Juta
Meski IHSG dibuka melemah, sejumlah saham ini catatkan kenaikan pesat, seperti saham YPAS naik 24,68% menjadi Rp 1.440, ALKA naik 18,62% menjadi Rp 860, dan TFAS menguat 16,04% menjadi Rp 246.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 136,22 poin (1,93%) menjadi 7.184,44. Sebaliknya investor asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 165,50 miliar. Terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 374,03 miliar, BBRI mencapai Rp 318,21 miliar, dan BBNI Rp 135,12 miliar.
Terkait penguatan indeks hari ini ditopang lompatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry melesat 6,11%, consumer primer 5,22%, material dasar 3,55%, sektor infrastruktur 3,01%, dan energi 2,11%. Adapun satu-satunya saham yang melemah 0,20%.
Baca Juga
Dian Swastatika (DSSA) Tetap Jadwal Eksekusi Stock Split 1:25
Kenaikan juga didukung lompatan harga sejumlah saham big cap, seperti BREN, MORA, CBDK, EMAS, PANI, HRTA. Kenaikan juga didukung AMMN, ANTM, MDKA, hingga DSSA.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham CHEM dengan kenaikan sebanyak 27,93% menjadi Rp 142, ALKA naik 25% menjadi Rp 725, KOCI melesat 24,76% menjadi Rp 131, BULL menguat 24,70% menjadi Rp 414, dan YPAS menguat 24,86% menjadi Rp 1.155.

