IHSG Bakal Bergerak Tertekan Usai Libur Panjang, Sebaliknya Tiga Saham Dipimpin PGAS Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026), diproyeksikan tertekan dengan rentang pergerakan 7.000-7.135 pada perdagangan hari pertama usai libur panjang ini. Adapun tiga saham yang direkomendasikan beli adalah ITMG, PGAS, dan FORE.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pasca libur Panjang, IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Apalagi setelah Iran membantah pernyataan AS terkait peluang gencatan senjata dan penundaan serangan terhadap pusat energi Iran selama lima hari.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat di Tengah Ketidakpastian Perang Iran, Sektor Energi Pimpin Reli
“Kondisi risk-off masih dominan, tercermin dari volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, dan gas alam, serta pelemahan bursa saham regional, khususnya di kawasan Asia. Dengan demikian, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan kisaran support pada 6.950–7.000 dan resistance pada 7.135–7.20,” tulisnya.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi penurunan kembali pasar saham Wall Street semalam setelah sehari sebelumnya mengalami kenaikan pesat. Indeks Dow Jones semalam turun 0,18%, S&P500 juga melemah 0,37% dan Nasdaq anjlok hingga 0,84%.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ITMG dengan target harga Rp 28.325-29.750, PGAS dengan target harga Rp 2.050-2.150, dan FORE dengan target harga Rp 515-535.
Baca Juga
Konflik Timur Tengah Terus Memanas, Risiko Stagflasi Bayangi Zona Euro
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan sebanyak 30,37 poin (0,43%) menjadi 7.10,83 dalam dua hari transaksi pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar mengalami penurunan sebanyak Rp 131 triliun menjadi Rp 12.547 triliun. Penurunan tersebut membuat pelemahan IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) mencapai 17,81%. Penurunan indeks tercatat yang paling buruk di dunia atau menempati peringkat paling 35 dari 35 bursa saham dunia.
Penurunan indeks pekan lalu dipicu atas kejatuhan mayoritas saham big cap, seperti DSSA, BREN, BRMS, AMMN, BBCA, GOTO. Sebaliknya saham yang menjadi penahan IHSG dari kejatuhan datang dari penguatan saham EMAS sebanyak 23,38%, SMMA mencapai 9%, dan TLKM sebanyak 2,69%.
