Saham EMAS Cetak ATH Usai Masuk Indeks Global GDXJ, Target Berikutnya Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) level Rp 9.075 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Kenaikan tersebut didorong sentimen positif masuknya saham EMAS ke dalam indeks global GDXJ pada rebalancing yang dilakukan oleh Market Vectors Index Solutions (MVIS).
Sentimen positif tersebut dinilai sejumlah analis bisa mengerek naik harga saham anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini ke level Rp 10.000 per saham dalam waktu dekat.
Baca Juga
Sahamnya Sentuh ATH Rp 9.000, Merdeka Gold (EMAS) Ternyata Punya Info Penting Ini
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham EMAS ditutup menguat Rp 1.375 poin atau 17,86% ke level 9.075 pada akhir perdagangan hari ini. Rentang pergerakan hari ini adalah Rp 8.075-9.200. Secara year to date (ytd), saham ini juga telah melonjak 63,51%. Kenaikan tersebut membuat kapitalisasi pasar (market cap) saham ini kini mencapai Rp 146,83 triliu.
Branch Manager Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan, indeks GDXJ menjadi acuan bagi ETF emas global milik VanEck, seperti VanEck Junior Gold Miners ETF dan VanEck Gold Miners ETF. Dengan masuknya EMAS bersama PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang akan berlaku efektif sejak 20 Maret 2026, pasar mengantisipasi potensi aliran dana dari ETF maupun fund global yang mengikuti indeks tersebut.
“Implementasi rebalancing sendiri dijadwalkan pada 20 Maret 2026, sehingga wajar jika harga saham sudah mulai bergerak lebih dulu karena faktor positioning investor,” kata Elandry saat dihubungi investortrust.id, Senin (16/3/2026).
Baca Juga
Ke Depan Emiten Emas akan Terus Diburu Investor, Bukan Hanya Krisis Geopolitik, tapi Juga Kelangkaan
Menurut dia, dari sisi prospek pergerakan, momentum penguatan saham EMAS masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek hingga mendekati tanggal implementasi rebalancing. Hal ini sejalan dengan kecenderungan pasar yang melakukan front-running terhadap potensi aliran dana ETF.
“Namun setelah tanggal efektif, volatilitas juga bisa meningkat karena pelaku pasar yang sudah masuk lebih awal berpotensi melakukan profit taking,” ujar Elandry.
Elandry menilai saham EMAS berpeluang melanjutkan penguatan hingga menguji level psikologis berikutnya di kisaran Rp 9.500 - Rp 10.000 per saham. “Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan harga emas global dan dinamika arus dana setelah implementasi indeks karena kedua faktor tersebut akan sangat menentukan keberlanjutan tren penguatan saham EMAS ke depan,” tuturnya.

