IHSG Dibuka Tergerus 23 Poin, Mayoritas Sektor Saham Anjlok
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/3/2026), dibuka tergerus 23,3 poin (0,32%) menjadi 7.338. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi mayoritas indeks saham global dipicu kenaikan harga minyak.
Penurunan dipicu kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, industri, energi, konsumer primer, teknologi, infrastraktur, keuangan, dan kesehatan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor properti dan transportasi.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada ADMR hingga MBMA
Adapun saham dengan kenaikan paling pesat pagi ini, yaitu saham GRIA naik 9,09% menjadi Rp 108, DPUM menguat 8,45% menjadi Rp 154, dan CSMI naik 7,29% menjadi Rp 103. Kenaikan juga melanda saham 8,06% BIPP menjadi Rp 67.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 27,28 poin (0,37%) menjadi 7.362,12 dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1 triliun. Net buy terbanyak disumbangkan saham ADRO Rp 209,73 miliar, AADI senilai Rp 196,34 miliar, dan BMRI mencapai Rp 184,83 miliar.
Baca Juga
Emiten Afiliasi Low Tuck Kwong (MYOH) Bukukan Penurunan Laba di 2025
Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, konsumer primer, sektor property, sektor infrastruktur, sektor industry, dan sektor industry.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham KUAS naik 29,89% menjadi Rp 113, ALKA menguat 24,57% menjadi Rp 1.090, CSMI naik 20% menjadi Rp 96, KINO menguat 17,06% menjadi Rp 1.235, dan KSIX naik 16,23% menjadi Rp 358.

