Sinarmas AM Luncurkan Reksa Dana Global Berbasis S&P 500 ESG Syariah, Intip Potensi Return Ini
JAKARTA, investortrust.id – Sinarmas Asset Management meluncurkan produk terbaru reksa dana global berbasis S&P 500 ESG Syariah Index. Produk ini dirancang untuk memberikan akses kepada investor Indonesia berinvestasi pada perusahaan-perusahaan global.
Direktur Utama Sinarmas Asset Management Alex Setyawan mengatakan, produk tersebut memberikan kesempatan kepada investor Tanah Air untuk berinvestasi pada saham emiten global yang memiliki fundamental kuat sekaligus memenuhi prinsip ESG dan syariah.
“Produk ini dirancang memang untuk memberikan akses kepada investor Indonesia terhadap perusahaan-perusahaan global yang memiliki fundamental kuat sekaligus memenuhi prinsip ESG dan syariah,” kata Alex dalam agenda Market Outlook-The Art of Harmony 2026 di Jakarta, Selasa (11/3/2026).
Baca Juga
Sinarmas Asset Management Raih 3 Penghargaan Best Sharia Awards 2025
Sementara itu, Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu menjelaskan bahwa pemilihan S&P 500 ESG Syariah dilakukan, karena menawarkan potensi imbal hasil yang menarik.
“Kalau kita lihat dalam 10 tahun, annualized return itu mencapai 17,65%, dibandingkan benchmark sekitar 14,38%,” kata Genta.
Dengan menggunakan penyaringan ESG dan syariah terhadap perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500, diperoleh sekitar 152 konstituen saham. Selanjutnya, Sinarmas Asset Management melakukan penyaringan tambahan menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan perusahaan.
Teknologi AI tersebut telah diuji performanya pada produk Simas Danamas Saham. “Ini yang di rupiah, di Danamas Saham, di mana secara performa jauh meninggalkan LQ45, bahkan dengan kondisi sekarang,” ujarnya.
Baca Juga
AUM Tembus Rp 1.000 Triliun, Reksa Dana Pendapatan Tetap masih Tetap Jadi Primadona?
Berdasarkan paparan perusahaan, AI yang digunakan pada Simas Danamas Saham menghasilkan return sebesar 22,25% per tahun, sementara indeks LQ45 sebagai benchmark mengalami kontraksi sebesar -1,21%.
Dengan bantuan AI tersebut, performa S&P 500 ESG Syariah mampu berada di atas tiga indeks acuan, yaitu S&P 500, S&P 500 Syariah, dan Dow Jones Syariah. Sejak digunakan pada akhir Desember 2022, teknologi AI tersebut mampu meningkatkan kinerja S&P 500 ESG Syariah dengan return mencapai 94,03% hingga akhir 2025.
“Jadi kita menggabungkan indeks yang cukup perkasa ditambah dengan AI. Ibarat Iron Man, kita ini bagaikan Tony Stark-nya, AI itu bagaikan iron suit,” kata Genta.

