IHSG Dibuka Melesat 0,59%, Saham UANG Langsung ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/3/2026), dibuka menguat 43,48 poin (0,59%) menjadi 7.484. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan mayoritas pasar saham Asia pagi ini.
Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor industry, material dasar, konsumer non primer, energi, teknologi, infrastruktur, keuangan, dan transportasi.
Baca Juga
Garuda (GIAA) Diprediksi Pulih Mulai 2026, Direkomendasikan Beli dengan Target Harga Saham Ini
Di tengah kenaikan tersebut, saham berikut catatkan lompatan harga pesat, seperti UANG naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,93% menjadi Rp 4.310, GDYR naik 9,42% menjadi Rp 1.220, dan VISI menguat 8,47% menjadi Rp 640. Adapun penopang utama kenaikan indeks didukung penguatan saham EMAS, BYAN, TPIA, FILM,
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak 103,54 poin (1,41%) menjadi 7.440. Sebaliknya investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,62 triliun didominasi saham DUTI senilai Rp 559,26 miliar, BBRI senilai Rp 437,49 miliar, dan PTRO mencapai Rp 186,10 miliar.
Baca Juga
Kenaikan kemarin ditopang penguatan saham sektor material dasar naik 4,42%, sektor industry menguat 2,86%, sektor energi 2,06%, sektor property 2,17%, sektor transportasi 2,20%, sektor konsumer primer 2,58%, infrastruktur 1%, dan keuangan 0,99%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi.
Di tengah kenaikan tersebut, saham ini catatkan penguatan pesat, seperti saham INPC naik 32,67% menjadi Rp 199, LRNA naik 25,71% menjadi Rp 220, NETV naik 25% menjadi Rp 85, ALKA menguat 24,78% menjadi Rp 705.

