IHSG Berpeluang Menuju 7.500 Hari Ini, Saham INDY hingga NCKL Jadi Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/3/2026), berpeluang menguat menuju resistance 7.500. Tiga saham pilihan direkomendasikan beli terdiri atas INDY, ARCI, dan NCKL.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, di tengah penolakan Iran terhadap gencatan senjata, serta menanti rilis inflasi AS Februari 2026. Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji resistance 7.500. Jika berhasil ditembus, penguatan bisa berlanjut menuju 7.580– 7.700.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat Seiring Turunnya Harga Minyak, Stoxx 600 Melonjak Hampir 2%
Kenaikan indeks kemarin didorong technical rebound setelah koreksi tajam sebelumnya serta membaiknya sentimen global. Penguatan turut dipengaruhi penurunan harga minyak, penguatan bursa global, serta pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi meredanya konflik AS–Israel dengan Iran. Dari domestik, penjualan ritel Indonesia tumbuh 5,7% YoY pada Januari 2026, naik dari 3,5% YoY pada Desember 2025.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham Wall Street semalam, yaitu pelemahan tipis Dow Jones. Begitu juga dengan S&P500 ditutup turun tipis 0,21% dan Nasdaq naik tipis 0,0051%.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham INDY dengan target harga Rp 4.130-4.340, ARCI dengan target harga Rp 1.820-2.000, dan NCKL dengan target harga Rp 1.395-1.445. Sebaliknya saham DMMX direkomendasikan jual.
Baca Juga
Menteri Energi AS Hapus Postingan di X yang Sebut AL AS Kawal Tanker Minyak di Selat Hormuz
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak 103,54 poin (1,41%) menjadi 7.440. Sebaliknya investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,62 triliun didominasi saham DUTI senilai Rp 559,26 miliar, BBRI senilai Rp 437,49 miliar, dan PTRO mencapai Rp 186,10 miliar.
Kenaikan kemarin ditopang penguatan saham sektor material dasar naik 4,42%, sektor industry menguat 2,86%, sektor energi 2,06%, sektor property 2,17%, sektor transportasi 2,20%, sektor konsumer primer 2,58%, infrastruktur 1%, dan keuangan 0,99%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi.
Di tengah kenaikan tersebut, saham ini catatkan penguatan pesat, seperti saham INPC naik 32,67% menjadi Rp 199, LRNA naik 25,71% menjadi Rp 220, NETV naik 25% menjadi Rp 85, ALKA menguat 24,78% menjadi Rp 705.

