Operator NYSE Masuk ke OKX, ICE Dorong Integrasi Kripto dan Pasar Modal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - OKX mengumumkan bahwa Intercontinental Exchange Inc. (ICE), operator New York Stock Exchange (NYSE) dan salah satu perusahaan infrastruktur keuangan dunia melakukan investasi strategis di OKX dengan valuasi perusahaan sebesar US$ 25 miliar.
Sebagai bagian dari kesepakatan ini, ICE juga akan menduduki kursi di dewan direksi OKX. Investasi bersejarah ini merupakan wujud kepercayaan yang kuat terhadap pasar aset digital dari salah satu perusahaan infrastruktur keuangan paling berpengaruh di dunia. Bagi jutaan pengguna OKX di dunia kemitraan ini menandai era baru dalam hal kepercayaan, transparansi, dan akses ke produk keuangan berkelas dunia.
"Kemitraan ini mempertemukan operator dua mesin pencocokan berkinerja tinggi dan buku order yang transparan untuk membantu membangun struktur pasar yang lebih andal, menjembatani aset digital dan ekuitas, memperkuat pembentukan harga lintas pasar, serta memenuhi standar institusional untuk manajemen risiko dan kepatuhan," ujar Star Xu, Pendiri dan CEO OKX dalam siaran pers yang dikutip, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga
Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto Jatuh Kembali ke Level Ketakutan Ekstrem
Jeffrey C. Sprecher, Ketua dan CEO Intercontinental Exchange, menambahkan, hubungan strategis dengan OKX akan memperluas akses ritel global ke pasar teregulasi ICE yang terkemuka dan mempercepat rencana kami untuk menawarkan infrastruktur on chain, serta aset yang ditokenisasi kepada para investor Amerika Serikat.
Investasi di OKX merupakan bagian dari dorongan strategis ICE yang lebih luas ke dalam infrastruktur keuangan berbasis blockchain. Pada Januari 2026, ICE mengumumkan pengembangan infrastruktur perdagangan berbasis blockchain untuk sekuritas bertokenisasi.
Pada November 2025, ICE juga menginvestasikan US$ 2 miliar ke platform pasar prediksi Polymarket dalam sebuah kesepakatan yang menilai startup tersebut senilai US$ 9 miliar. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang ICE untuk menjadi operator terkemuka pasar keuangan berbasis on chain.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kemitraan OKX‒ICE merupakan bagian dari inisiatif besar untuk mengintegrasikan infrastruktur pasar modal tradisional dengan kecepatan dan aksesibilitas teknologi blockchain.
Baca Juga
Kesepakatan ini mencakup empat pilar utama:
1. Saham AS yang Ditokenisasi di OKX: Pengguna OKX akan mendapatkan akses ke saham yang ditokenisasi dan derivatif yang tercatat di NYSE, direncanakan diluncurkan pada semester kedua tahun 2026.
2. Harga Kripto OKX untuk Futures ICE: ICE akan melisensikan harga spot mata uang kripto OKX secara langsung untuk mendukung produk futures kripto baru.
3. Kliring & Manajemen Risiko: Pengembangan bersama solusi kliring dan manajemen risiko berstandar institusional.
4. Arsitektur Multi-Chain Custody & Dompet Digital: Kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur custody multi-chain dan sistem dompet generasi berikutnya.
Bersamaan dengan investasi di OKX, NYSE mengumumkan pengembangan Platform Sekuritas Bertokenisasi, sebuah inisiatif bersejarah untuk membawa saham-saham AS yang terdaftar di bursa dan ETF ke atas blockchain. Platform baru ini dirancang untuk menghadirkan perdagangan 24/7 akses sepanjang waktu ke saham-saham AS yang menghapus hambatan jam perdagangan tradisional, manfaat besar bagi investor di zona waktu Asia-Pasifik. Lalu perdagangan saham fraksional di mana kemampuan berinvestasi di perusahaan-perusahaan AS terkemuka dengan nominal berapa pun dalam dolar, menurunkan hambatan masuk bagi investor ritel.
Lalu penyelesaian on chain menggantikan siklus T+2 tradisional, memungkinkan finalisasi transaksi secara langsung dan pengguna dapat mendanai posisi menggunakan stablecoin yang memungkinkan akses tanpa hambatan infrastruktur perbankan tradisional.

