Adaro Andalan (AADI) Raup Laba US$ 849,18 Juta di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan laba tahun berjalan senilai US$ 849,18 juta pada 2025. Raihan tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 36% dari pencapaian tahun 2024 mencapai US$ 1,32 miliar.
Adaro Andalan (AADI) melalui rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/3/2026), menyebutkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun menjadi US$ 760,18 juta pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,21 miliar.
Baca Juga
Meski Target Produksi Batu Bara Dipangkas, Emiten Ini (AADI) Disebut masih Diuntungkan
Penurunan tersebut membuat laba per saham dasar AADI menjadi US$ 0,09762 per saham pada 2025, dibandingkan tahun 2024 mencapai US$ 0,17126. Adapun kas dan setara kas akhir tahun 2025 mencapai US$ 925,44 juta atau turun dari periode sama tahun seeblumnya US$ 1,51 miliar.
Penurunan laba tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan usaha menjadi US$ 4,91 miliar pada 2025, dibandingkan tahun 2024 mencapai US$ 5,31 miliar. Penurunan dipicu atas pelemahan rata-rata harga jual batu bara.
Baca Juga
Krisis Timur Tengah Ancam Pasokan Energi Dunia, Berkah bagi Saham AADI hingga ITMG?
Laba usaha juga turun dari US$ 1,48 miliar menjadi US$ 1,04 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan juga terkoreksi dari US$ 1,54 miliar menjadi US$ 1,05 miliar.
Adaro Andalan (AADI) juga mencatatkan penurunan total asset menjadi US$ 5,70 miliar pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 5,99 miliar. Kewajiban juga turun drastic dari US$ 2,62 miliar menjadi US$ 2,05 miliar.

