Transformasi dan Ekspansi Dorong Prospek DEWA, Target Harga Saham Dinaikkan ke Rp 800
JAKARTA, investortrust.id – Samuel Sekuritas memilih merevisi naik target harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), seiring proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan lebih kuat didukung transformasi bisnis, ekspansi kontrak, diversifikasi di luar grup BUMI, dan perbaikan harga jual batu bara.
Samuel Sekuritas merevisi naik target harga saham DEWA menjadi Rp 800, dibandingkan estimasi semula Rp 350. Target tersebut jauh di atas harga saham DEWA kemarin level Rp 466. Target tersebut juga mempertimbangkan revisi naik proyeksi kinerja keuangan perseroan.
Baca Juga
Darma Henwa (DEWA) Realisasikan Buy Back Rp 480 Miliar hingga Ungkap Fakta Menarik Ini
Samuel Sekuritas merevisi naik target laba bersih DEWA tahun ini dari semula Rp 657 miliar menjadi Rp 870 miliar dan laba bersih tahun 2027 direvisi naik dari semula Rp 753 miliar menjadi Rp 1,17 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan tahun ini direvisi naik dari Rp 6,28 triliun menjadi Rp 7,69 triliun.
Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny dan Juan Harahap dalam riset kemarin mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan DEWA akan lebih kuat dengan proyeksi pertumbuhan penadpatan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 20% pada periode 2025–2027.
“Kinerja tersebut didorong peningkatan volume overburden in-house yang diperkirakan naik lebih dari 50% secara tahunan menjadi sekitar 150–160 juta bank cubic meter (mbcm) di tambang KPC dan Arutmin pada 2026,” tulis riset tersebut.
Peningkatan volume ini merupakan buah dari transformasi bisnis DEWA dengan mengurangi penggunaan kontraktor pihak ketiga. Langkah tersebut mencakup penghentian porsi kontrak sebesar 26 mbcm yang sebelumnya dikelola PAMA di proyek KPC.
Baca Juga
Proyeksi lompatan kinerja keuangan juga didukung strategi DEWA dalam memperluas bisnis di luar grup BUMI dengan target tambahan volume lebih dari 100 mbcm per tahun dalam tiga tahun ke depan. Darma Henwa (DEWA) juga terus menjajaki peluang kontrak baru dengan sejumlah produsen batu bara besar di dalam negeri.
Seiring peningkatan kapasitas yang sebagian besar dikelola secara internal, sekitar 96% dari total kapasitas, volume operasional DEWA diproyeksikan meningkat signifikan menjadi sekitar 163 mbcm pada 2026 atau naik 77,6% secara tahunan. Peningkatan diprediksi berlanjut menjadi 194 mbcm pada 2027 atau bertambah 19,2% secara tahunan.
Guna mendukung ekspansi dan transformasi bisnis, DEWA telah memperoleh fasilitas pinjaman bank sindikasi senilai Rp 5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk pada akhir tahun 2025. Pinjaman ini dikenai tingkat bunga efektif sekitar 6,75%. Dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk beberapa kebutuhan strategis perusahaan, seperti refinancing Rp 2,14 triliun, modal kerja Rp 1,61 triliun, serta belanja modal Rp 1,25 triliun.
Baca Juga
Garap Tambang KPC mulai Tahun 2026, Saham Darma Henwa (DEWA) Direvisi Naik
Dengan tambahan pembiayaan tersebut, Samuel Sekuritas menyebutkan, rasio net gearing DEWA diperkirakan naik menjadi 53,2% pada 2026 dari estimasi 45,3% pada 2025. Meski demikian, tingkat leverage dinilai masih relatif terkelola dengan rasio debt to EBITDA sekitar 168,2%.
Selain itu, potensi kenaikan kinerja DEWA bisa datang dari kemungkinan penemuan sumber daya emas di Gayo, Aceh. Namun demikian, sejumlah risiko tetap perlu dicermati, antara lain potensi perlambatan peningkatan volume, keterlambatan kedatangan armada alat berat, serta proses pengembangan sumber daya Gayo yang berkepanjangan.

