Strategi Edi Krisdianto Kelola Cipta Dana Cash: Likuiditas Terjaga, Imbal Hasil 5% Tetap Kompetitif
JAKARTA, investortrust.id – Head of Investment PT Ciptadana Asset Management, Edi Krisdianto, membeberkan strategi pengelolaan Reksa Dana Pasar Uang Cipta Dana Cash dengan menekankan bahwa likuiditas adalah napas utama, sementara imbal hasil merupakan bonus.
Menurut Edi, mengelola kas bukan sekadar memarkir dana, melainkan menjaga keseimbangan antara ketersediaan dana segar dan pertumbuhan nilai yang resilien di tengah dinamika ekonomi 2026.
DNA Likuiditas dan Imbal Hasil Kompetitif
Edi menegaskan, keunggulan utama Cipta Dana Cash terletak pada aksesibilitas dan likuiditas yang selalu tersedia, dengan tetap memberikan imbal hasil kompetitif dan berkualitas.
Berdasarkan Fund Fact Sheet (FFS) Januari 2026, produk ini mencatatkan imbal hasil di kisaran 5% dalam setahun terakhir. Capaian tersebut tergolong kompetitif untuk kelas pasar uang yang umumnya bergerak stabil di bawah instrumen berisiko tinggi.
Baca Juga
Strategi Cipta Saham Unggulan Taklukkan Volatilitas IHSG 2026: Intip Rahasia Sang Fund Manager Ini
Strategi Portofolio
Untuk mencapai kinerja tersebut, Edi meracik portofolio dengan komposisi:
- Obligasi sebesar 80%
- Deposito sebesar 15%
- Idle cash sebesar 5%
Saat ini, ia memilih overweight pada obligasi korporasi karena dinilai mampu memberikan imbal hasil lebih menarik dibandingkan deposito, khususnya pada instrumen obligasi jangka pendek di tengah kondisi likuiditas perbankan saat ini.
Disiplin Ketat dan Mitigasi Risiko
Keamanan dana investor menjadi prioritas utama. Dalam proses due diligence, Edi menerapkan standar ketat, yakni:
- Mengalokasikan dana hanya pada obligasi negara dan korporasi dengan rating minimal A.
- Menempatkan deposito pada bank sehat dengan CAMEL score minimal 81.
- Melakukan diversifikasi, memilih instrumen investment grade, serta membandingkan alokasi aset dengan manajer investasi yang lebih berpengalaman guna memitigasi risiko gagal bayar.
Baca Juga
AUM Tembus Rp 1.000 Triliun, Reksa Dana Pendapatan Tetap masih Tetap Jadi Primadona?
Edi juga menyoroti efisiensi pajak sebagai keunggulan Reksa Dana Pasar Uang. Jika bunga deposito dikenakan pajak 20%, penempatan pada obligasi dalam reksa dana hanya dikenakan pajak 10%. Perbedaan ini memberikan nilai tambah pada hasil bersih yang diterima investor.
Tantangan 2026 dan Kesiapan Likuiditas
Memasuki 2026, potensi penurunan suku bunga menjadi tantangan karena dapat menekan imbal hasil Reksa Dana Pasar Uang. Selain itu, volatilitas akibat pergerakan nilai tukar dan inflasi juga perlu dicermati.
Baca Juga
Manajer Investasi Bahas Strategi Dongkrak AUM Industri Reksa Dana, Ada Konsep SIP hingga Literasi
Namun, Edi menegaskan portofolio Cipta Dana Cash siap menghadapi guncangan, termasuk potensi redemption besar-besaran. Hal ini didukung oleh mitigasi rasio likuiditas yang menghasilkan kondisi high liquid, ditopang kualitas aset dan diversifikasi.
Sebagai penutup, Edi mengingatkan investor untuk memahami hubungan antara imbal hasil dan risiko. Ia menyarankan Reksa Dana Pasar Uang digunakan sebagai jangkar portofolio atau instrumen diversifikasi guna meminimalkan dampak volatilitas dari aset berisiko tinggi.
“Dengan berinvestasi pada Cipta Dana Cash, likuiditas selalu tersedia dengan tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif dan berkualitas,” ujar Edi.

