Likuiditas Valas Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global, Ini Strategi Bank Woori Saudara
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Woori Saudara Tbk (SDRA) atau BWS terus memperkuat pengelolaan likuiditas valuta asing (valas) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Per akhir Maret 2026, perseroan mencatat simpanan valas sebesar Rp 5,8 triliun atau setara 17,9% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp32,57 triliun.
Keberhasilan BWS sebagai pengelolaan likuiditas valuta asing (valas) didukung jaringan global Woori Bank. BWS menerapkan pengelolaan aset dan liabilitas secara disiplin guna menjaga keseimbangan antara sumber pendanaan dan kebutuhan penyaluran dana dalam berbagai mata uang.
Strategi tersebut dinilai semakin relevan ketika permintaan valas dari sektor perdagangan, manufaktur, maupun korporasi meningkat, seiring ketidakpastian ekonomi global. BWS juga melakukan diversifikasi sumber likuiditas untuk mengurangi risiko konsentrasi dan meningkatkan fleksibilitas dalam pengelolaan dana.
Baca Juga
BWS Dorong Transaksi Ritel Digital, Kolaborasi dengan OVO, GoPay, dan DANA
Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai bahwa pengelolaan likuiditas valas menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan investor maupun regulator dalam menilai prospek industri perbankan. “Di tengah volatilitas pasar global, bank yang memiliki akses pendanaan beragam dan dukungan jaringan internasional cenderung memiliki posisi yang lebih kuat dalam menjaga stabilitas likuiditas. BWS termasuk salah satu bank yang memiliki keunggulan tersebut,” ujarnya.
Menurut Aditya, keberadaan grup Woori Bank memberikan fleksibilitas tambahan bagi BWS dalam mengelola kebutuhan likuiditas sekaligus mendukung layanan kepada nasabah yang memiliki aktivitas lintas negara.
Selain menjaga likuiditas, BWS terus memperkuat hubungan dengan nasabah korporasi dan komersial yang membutuhkan layanan transaksi valas sebagai bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari. Digitalisasi layanan perbankan turut menjadi faktor pendukung yang membantu nasabah melakukan transaksi secara lebih efisien dan cepat, termasuk untuk kebutuhan treasury dan valuta asing.
Baca Juga
Dukung Aktivitas WNI di Korea, Bank Woori Saudara (BWS) Perkuat Layanan Lintas Negara
Dengan kombinasi pengelolaan risiko yang prudent, diversifikasi sumber pendanaan, serta dukungan jaringan global, BWS dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk menjaga likuiditas valas tetap sehat di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Sebagai informasi, BWS merupakan bank KBMI II dengan total aset mencapai Rp54,18 triliun per akhir Maret 2026. Adapun total simpanan nasabah dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito berjangka mencapai Rp32,57 triliun. Dari jumlah tersebut, simpanan dalam bentuk valuta asing mencapai Rp5,8 triliun atau setara 17,9% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) per 31 Maret 2026.

