Target Harga Saham Japfa (JPFA) Direvisi Naik, Faktor Ini Jadi Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan kinerja solid sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang masa. Realisasi pendapatan dan laba bersih tersebut juga telah melampaui estimasi konsensus analis.
Kinerja positif ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham JPFA dari Rp 3.100 menjadi Rp 3.300 dengan rekomendasi beli dipertahankan. Target tersebut mempertimbangkan potensi pertumbuhan kinerja pada kuartal I-2026, revisi naik proyeksi keuangan tahun ini, serta potensi dividend yield lebih dari 7%.
Baca Juga
Laba Bersih Japfa (JPFA) Melonjak 33,33% di 2025, Ini Jadi Penopangnya
Sepanjang 2025, JPFA mencatatkan kenaikan pendapatan 9% dari Rp 55,80 triliun menjadi Rp 60,71 triliun. Laba bersih melonjak 33% dari Rp 3,01 triliun menjadi Rp 4 triliun. Kenaikan laba tersebut sejalan dengan peningkatan gross margin dan net margin perseroan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Victor Stefano menyebut laba bersih JPFA sebesar Rp 4 triliun pada 2025 setara 105% dari proyeksi internal dan 114% dari konsensus analis, sehingga melampaui perkiraan pasar.
Pertumbuhan kinerja keuangan JPFA ditopang kenaikan average selling price (ASP) dan volume penjualan yang mendorong ekspansi margin kotor. Pertumbuhan terkuat terjadi pada kuartal IV-2025 dengan kinerja solid di seluruh segmen bisnis.
Baca Juga
Seiring kinerja 2025 yang kuat, BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik proyeksi kinerja 2026. Proyeksi laba bersih tahun ini dinaikkan dari Rp 3,85 triliun menjadi Rp 4,22 triliun. Sementara proyeksi pendapatan direvisi dari Rp 62,27 triliun menjadi Rp 65,12 triliun.
“Proyeksi terbaru mengindikasikan pertumbuhan EBITDA 6% dan pertumbuhan laba 5% tahun 2026,” tulis analis.

