Ditopang Fundamental Solid, Saham BSI (BRIS) Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Seiring meredanya tekanan pasar setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi akibat isu penurunan rating, sejumlah saham dengan fundamental kuat ikut mencatatkan penguatan. Salah satunya PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS).
Pada penutupan perdagangan Senin (9/2/2026), saham BRIS ditutup menguat 1,26% ke level 2.410. Kenaikan ini sedikit lebih tinggi dibanding IHSG yang naik 1,22% ke posisi 8.031,87.
Data Bloomberg menunjukan, kinerja saham BRIS tergolong kuat di antara saham perbankan besar di Indonesia. Dalam sebulan terakhir, saham BRIS tercatat naik 15,87%. Secara year to date (ytd), BRIS juga masih mencatatkan kenaikan 8,07%, sementara sebagian besar saham perbankan lainnya masih berada di zona koreksi.
Baca Juga
Masih di Kisaran 10%, BSI (BRIS) Segera Penuhi Aturan Free Float 15%
Dengan dukungan kinerja fundamental yang solid serta performa harga saham yang unggul dalam jangka pendek dan menengah, saham BRIS dinilai layak untuk dikoleksi.
Belum lama ini, BSI juga mengumumkan kinerja keuangan tahun buku 2025 pada Jumat (6/2/2026). Laba bersihnya tercatat Rp 7,57 triliun, tumbuh 8,02% secara year on year (yoy). Kenaikan ini salah satunya didorong oleh total pembiayaan yang meningkat 14,49% (yoy) menjadi Rp 319 triliun.
Di sisi bersamaan, kualitas pembiayaan juga terjaga dengan baik. Tercermin dari non performing financing (NPF) gross yang berada di level 1,81%, membaik 9 basis poin dibanding 2024.
Baca Juga
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bahwa kinerja solid perseroan sepanjang 2025 ditopang oleh berbagai faktor, termasuk optimalnya fungsi intermediasi dan pendanaan yang memadai.
“Didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (10/2/2026).

