Top Losers Saham Sepekan: FILM Anjlok 55%, SSTM dan MORA Turut Tersungkur
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham mencatatkan penurunan tajam sepanjang perdagangan pekan ini. Berdasarkan data top losers weekly yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BE), saham FILM memimpin daftar pelemahan dengan koreksi lebih dari 55%, diikuti SSTM dan MORA.
Saham FILM merosot dari Rp 14.500 pada pekan lalu menjadi Rp 6.475 pada pekan ini atau turun Rp 8.025 poin setara -55,34%. Saham FILM yang masih ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) ini mencatatkan auto reject bawah (ARB) beruntun sepekan. Penurunan tersebut menjadikan FILM sebagai saham dengan koreksi terdalam dalam sepekan.
Baca Juga
Top Gainers Saham Pekan Ini: NZIA Melonjak 110%, SOHO dan FITT Ikut Melejit di Tengah Kejatuhan IHSG
Di posisi berikutnya, saham SSTM melemah Rp 1.605 poin dari Rp 2.950 menjadi Rp 1.345 atau turun -54,41%. Sementara itu, MORA terkoreksi Rp 6.125 dari Rp 11.675 menjadi Rp 5.550, setara penurunan -52,46%.
Saham NSSS juga mengalami tekanan jual hebat dengan penurunan -46,33% dari Rp 1.500 menjadi Rp 805. Disusul UNIQ yang turun -45,95% dari Rp 296 ke Rp 160, serta TRUE yang melemah -44,54% dari Rp 348 menjadi Rp 193.
RMKO tercatat turun -43,81% dari Rp 1.050 menjadi Rp 590. PADI terkoreksi -41,78% dari Rp 146 ke Rp 85, sedangkan PIPA melemah -40,99% dari Rp 222 menjadi Rp 131. Adapun MINA turun -40,21% dari Rp 378 menjadi Rp 226.
Penurunan hebat 10 saham tersebut juga sejalan dengan pelemahan signifikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini tergerus 394,34 poin (4,73%) menjadi 7.935. Berlanjutnya penurunan menjadikan kinerja IHSG BEI terburuk di dunia sepanjang year to date (ytd).
Baca Juga
Masih di Kisaran 10%, BSI (BRIS) Segera Penuhi Aturan Free Float 15%
Penurunan indeks saham pekan ini terseret sentimen negative dari pembekuan sementara pasar saham Indonesia dalam perhitungan MSCI global yang dilanjutkan dengan keputusan Moody’s memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negative.
Tekanan tersebut menjadikan IHSG sepanjang year to date (ytd) 2026 tergerus 8,23%. Kinerja indeks tercatat yang terburuk di pasar Asia Pasifik, bahkan di dunia. Sedangkan penekan utama indeks datang dari kejatuhan sejumlah saham big cap sepanjang ytd, seperti BRPT dengan penurunan 40,52%, FILM sebanyak 55,34%, dan BREN mencapai 17,27%.

