United Tractors (UNTR) Gandeng Sumitomo dan Hitachi Dirikan Perusahaan Patungan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya PT Energia Prima Nusantara dengan menggandeng Sumitomo Coporation dan Hitachi Zosen Corporation mendirikan perusahaan patungan pembangkit tenaga Listrik dan treatment pembuangan limba tidak berbahaya.
Manajemen UNTR menyebutkan bahwa perusahaan patungan yang dinamai PT Jabar Enviromental Solutions akan memiliki kegitan usaha pembangkit Listrik. Perseroan ini juga akan menggeluti usaha treatment pembuangan limbah serta sampah tidak berbahaya.
Baca Juga
UNTR Resmi Akuisisi Perusahaan Panas Bumi, Nilai Transaksi Rp 805 Miliar
“Perusahaan patungan tersebut bagian dari upaya perseroan untuk fokus pada segmen nature based solutions, yaitu melalui tindakan-tindakan untuk menjaga, merawat serta berkelanjutan, termasuk isi ESG dan emisi karbon,” tulis Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K Loebis dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/1/2024).
Bertindak sebagai pemegang saham terbesar perusahaan patungan tersebut adalah Sumitomo sekitar 60%. Sisanya EPN menggenggam 30% saham dan sisanya Hitachi sekitar 10%. Hal ini didasarkan modal disetor yang digelontorkan ketiga pemegang saham.
UNTR sebelumnya juga telah resmi menjadi pemegang saham PT Supreme Energy Sriwijaya (SES), yaitu salah satu pemegang saham PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD).
SERD merupakan perusahaan pemegang izin panas bumi dengan kapasitas 2 x 49 MW yang beroperasi di Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Baca Juga
Transaksi ini dilakukan UNTR melalui anak usahanya yaitu PT Energia Prima Nusantara (EPN), dengan menyerap saham baru yang diterbitkan SES sebanyak 984.127 lembar senilai US$ 51,87 juta atau sekitar Rp 805,28 miliar (kurs Jisdor Rp 15.525 per dolar AS per tanggal 4/1/2024)
Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K Loebis mengatakan, seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) dalam Perjanjian telah terpenuhi oleh masing-masing pihak, terhitung sejak penutupan transaksi tanggal 27 Desember 2023.

