Summarecon (SMRA) Dirikan Dua Perusahaan Patungan, Ternyata Untuk Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melalui anak usahanya mendirikan dua perusahaan patungan sekaligus. Perusahaan patungan tersebut bertujuan untuk pengembangan dan pengoperasioan properti hingga pengelolaan pusat perbelanjaan.
Summarecon melalui anak usahanya PT Summarecon Property Development (SMPD) bersama dengan PT Setiawan Dwi Tunggal mendirikan perusahaan patungan PT Surya Selatan Cemerlang di Kota Tangerang. Kegiatan usaha perusahaan tersebut adalah pendirian, pengoperasional, pengembangan apartemen, perumahan, rumah took, dan properti lainnya.
Baca Juga
Target Saham Raksasa Properti (SMRA) Dipangkas, Potensi Risiko Ini Mengintai
Sedangkan perusahaan patungan kedua dibentuk PT Summarecon Investment Property (SMIP) dengan Setiawan Dwi Tunggal untuk mendirikan PT Mahakarya Selatan Cemerlang. Perusahaan tersebut akan menjalankan kegiatan usaha terkai pendirian, pengoperasian, dan pengembangan pusat perbelanjaan.
“Pendirian perusahaan patungan tersebut bukan merupakan transaksi material. Aksi ini juga bukan termasuk transaksi affiliasi dan benturan kepentingan,” tulis Corsec SMRA Jemmy Kusnadi dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (19/12/2023).
Sebelumnya, Tim Riset BNI Sekuritas meramal, angka pra-penjualan SMRA akan lesu pada periode 2023, 2024, bahkan hingga 2025. Hal ini mendorong sekuritas tersebut merevisi turun estimasi pra-penjualan SMRA masing-masing -6,3% (2023), -5,3% (2024) dan -4,2% (2025).
SMRA diperkirakan melaporkan pra-penjualan sebesar Rp 3,3 trililiun per Oktober 2023 atau turun -13% YoY, mencerminkan 66% dari target pra-penjualan tahun 2023.
Baca Juga
Diektahui, di sisa bulan tahun ini, SMRA mempunyai serangkaian rencana peluncuran, antara lain ruko di Bekasi, rumah tapak di Crown Gading, dan kavling tanah perumahan di Bandung. Atas peluncuran proyek tadi, Tim Riset BNI Sekuritas memperkirakan SMRA mencapai pra-penjualan sebesar Rp 4,41 triliun untuk setahun penuh 2023, atau mewakili 87% dari target 2023 (di luar peluncuran proyek baru di Bogor).
Sementara dari sisi perolehan marjin kotor, BNI Sekuritas BNI Sekuritas mengestimasi akan turun sebesar 0,8%ppt/0,8%ppt/0,6%ppt, terutama pada perumahan tapak. Penurunan marjin ini membuat estimasi EBITDA perseroan akan lebih rendah masing-masing sebesar -0,6% (2024) dan - 0,9% (2025).

