IHSG Dibuka Lanjutkan Penurunan 0,43%, Saham LRNA dan SOHO Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2/2026), dibuka melemah 33,96 poin (0,43%) menjadi 7.888. Penurunan berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung menguat.
Tekanan pasar saham dipicu dibuka anjloknya saham sektor consumer primer 4,16%, sektor energi 1,87%, sektor infrastruktur 25, dan sektor transportasi turun 1,65%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property, teknologi, dan material dasar.
Baca Juga
Meski IHSG dibuka melemah, beberapa saham masih berhasil catatkan penguatan, seperti LRNA naik 21,28% menjadi Rp 230, SOHO menguat 20% menjadi Rp 2.690, dan YPAS melesat 17,35% menjadi Rp 575. Beberapa saham konglomerasi mulai rebound hari ini, seperti CUAN.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh parah sebanyak 406,88 poin (4,88%) menjadi 7.922. Meski demikian, pemodal asing justru agresif memborong saham yang ditunjukkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 654,93 miliar di seluruh pasar, terbanyak saham BBCA senilai Rp 427,48 miliar.
Baca Juga
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan indek saham bursas Asia. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penurunan paling dahysat dicatatkan saham material dasar melemah 10,74%, sektor energi turun 7,66%, sektor consumer primer melemah 7,67%, seketor infrastruktur turun 6,06%, sektor property melemah, 6,27%.
Penurunan indeks juga dipicu atas kejatuhan saham-saham konglomerasi, seperti saham Sinarmas DSSSA, saham AMMN, saham grup Aguan PANI dan CBDK, saham Prajogo Pangestu BREN, BRPT, TPIA, PTRO, dan saham konglomerasi Happy Hapsoro, dan emiten Haji Isam.
