Dukung NZE 2060, Adaro Siapkan Tiga Pilar Bisnis
JAKARTA, investortrust.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mendukung penuh komitmen pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060. Salah satu wujud dukungan Adaro adalah melakukan transformasi dengan membentuk tiga pilar bisnis.
“Kami mengubah pilar bisnis dari sebelumnya hanya batu bara, menjadi tiga pilar. Pilar pertama adalah Adaro Energy, itu pilar existing. Dua pilar lainnya yaitu Adaro Minerals dan Adaro Green,” kata Direktur Adaro Energy, Julius Aslan saat menerima penghargaan dalam Best Stock Awards 2024 yang digelar investortrust.id, di Artotel Mangkuluhur Suites, Jakarta, Kamis (25/01/2024) malam.
Alhasil, menurut Julius, jika sebelumnya Adaro hanya berbisnis batu bara (coal), sekarang emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham ADRO itu punya lini bisnis lain yang berkaitan dengan pertambangan mineral berkelanjutan serta energi baru dan terbarukan (EBT).
Baca Juga
Cek Rekening! Hari Ini Adaro Energy (ADRO) Bayar Dividen Rp 6,17 Triliun
Julius menjelaskan, untuk Adaro Mineral, pihaknya sedang membangun smelter aluminium fase I berkapasitas 500 ribu ton per tahun. Pembangunan smelter yang baru memasuki tahap pertama itu bakal dilanjutkan ke fase II dan III.
“Dalam pilar Adaro Green, kamipunya solar cell (tenaga surya). Jadi, ini pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Kemudian ada PLTB, pembangkit listrik tenaga bayu atau angin,” tutur dia.
Selain PLTB, kata Julius Aslan, Adaro Green sedang membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1.375 MW. “Tentu investasinya sangat besar,” tandas dia.
Julius mengakui, investasi yang sangat besar pada bisnis EBT bisa menggerus keuntungan Adaro dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, bisnis EBT sangat prospektif.
“Kami tahu investasinya besar, tentu itu bisa menggerus profit. Tapi ke depan, kami harus tertantang bahwa profit tidak boleh tergerus,” tegas dia.
Julius Aslan mengungkapkan, bisnis existingAdaro (batu bara) diharapkan mampu menghasilkan arus kasuntuk bisnis baru. Itu sebabnya,bisnis batu bara sebagai komoditas utama tidak akan ditutup.
“Jadi, bisnis existing ini akan kami buat tetap bagus supaya men-generate cash flow untuk bisnis baru yang lebih green, lebih hijau,” ujar dia.
Julius menegaskan, pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dilakukan Adaro bukan bermaksud melanggar komitmen menuju target NEZ 2060. “PLTU inisebagai suplai untuk smelter aluminium yang kami miliki,” ucap dia.
Baca Juga
Diversifikasi Kekuatan Baru Adaro (ADRO), Begini Prospek Sahamnya
Julius mengingatkan, komitmen dukungan Adaroterhadap target NZE tidak bisa diwujudkandalam 1-2 tahun. Mega proyek ini butuh waktu panjang. “Tidak mungkin PLTA dibangun dalam dua tahun, butuh waktu 7-8 tahun,” ujar dia.
Adaro, menurut dia, berkomitmen penuh untuk menjadi perusahaan yang lebih hijau. Untuk itu, perseroan secara bertahap meninggalkan batu bara termal.“Kamimeminta dukungan masyarakat agar kinerja Adaro tetap baik,” kata dia.
Director & Chief Human Resources Officer PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Julius Aslan (tengah, berkacamata) saat menghadiri acara Best Stock Awards 2024 yang digelar Investortrust dan Infovesta di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Kamis, (25/01/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Sebagai Pelecut Adaro
Dalam Best Stock Awards 2024 yang digelar investortrust.id, PT Adaro Energy Indonesia Tbk menyabet penghargaan kategori Highest Dividen Yield Big Cap.
Julius Aslan mengapresiasi penghargaan tersebut dan berjanji akan menjadikannyasebagai pelecut motivasi agar Adaro tetap menghasilkan profit dan mampu bertransformasi menjadi lebih hijau.
“Dengan diberi penghargaan ini, Pak Primus (CEO Investortrust) dan Pak Wawan Hendrayana (Vice President Infovesta Utama) tentu berharap Adaro ke depan tetap memberikan dividen,” tutur dia.
Baca Juga
Pendapatan Adaro Minerals (ADMR) Capai US$ 720,62 Juta, Bagaimana dengan Labanya?
Adaro, kata Julius, merasa tertantang untukterus menghasilkan laba. Soalnya, labayang dihasilkan perseroan dapat menjadi tumpuan bagiinvestasi bisnis baru yang lebih ramah lingkungan.
Dia juga berharap penghargaan yang dianugerahkan investortrust.id dapat diberikan setiap tahun. “Penghargaan semacam ini dapat menjadi motivasi bagi perusahaan. Tapi memang khusus untuk (kategori) dividen ini agak berat,” papar Julius, menutup pidato sambil berkelakar.

