Bank Syariah Indonesia (BRIS) Sabet Penghargaan Investortrust Best Stock Awards 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI berhasil menyabet penghargaan pada ajang Investortrust Best Stock Awards 2026. Emiten dengan kode saham BRIS ini berhasil mendapatkan penghargaan pada kategori Saham Top Performer 2025 BUMN Keuangan.
Penilaian Best Stock Awards 2026 dilakukan terhadap 956 saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia hingga akhir Desember 2025.
Adapun kriteria seleksi awal dalam pemeringkatan Best Stock Awards 2026 yakni emiten tercatat di IDX minimal 5 tahun, rata-rata nilai transaksi harian dalam 1 tahun terakhir minimal Rp 1 miliar.
Selanjutnya tidak mengikutsertakan emiten yang mempunyai notasi khusus dari IDX sampai batas waktu pengolahan data yang ditentukan kemudian, selanjutnya emiten tidak pernah atau tidak sedang memiliki mengalami masalah gagal bayar atau hukum berdasarkan keputusan resmi dalam 3 tahun terakhir, serta dalam rangka mendukung program ESG, emiten yang tidak memiliki Laporan Keberlanjutan periode tahun buku 2022 akan mendapat pengurangan nilai alias pinalti.
Baca Juga
BSI Catat Total Pembiayaan BSI Griya Tembus Rp 68,98 Triliun per Desember 2025
Setelah lolos seleksi awal, emiten yang lolos akan dihitung dengan menggunakan sejumlah indikator meliputi:
Aspek Kinerja Keuangan diberi bobot 40% dan menggunakan 5 indikator penilaian yakni:
1. Tren pertumbuhan top line (pendapatan) dan bottom line (laba bersih) selama 5 tahun
2. Pertumbuhan gross profit margin selama 5 tahun
3. Pertumbuhan laba operasi selama 5 tahun
4. Pertumbuhan arus kas dari operasi selama 5 tahun
5. Pertumbuhan ROE dan ROA selama 5 tahun
Baca Juga
Adapun aspek Valuasi diberi bobot 20% dan menggunakan 2 indikator penilaian yakni:
1. Price to Earning Ratio: rasio yang membandingkan antara harga saham dengan laba per saham dari setiap saham. Semakin rendah nilai PER (namun tidak negatif) dinilai valuasinya akan lebih murah dibandingkan saham lain.
2. Price to Book Value Ratio: rasio yang membandingkan antara harga saham dengan nilai buku per saham. Semakin rendah nilai PBV maka dinilai valuasinya akan lebih murah dibandingkan saham lain.
Sementara aspek volatilitas diberi bobot 20% dan menggunakan indikator BETA. BETA merupakan indikator untuk mengukur sensitivitas suatu saham terhadap pergerakan IHSG sebagai benchmarknya. Semakin low sensitivity atau BETA yang rendah maka diindikasikan dapat lebih stabil.
Terkait likuiditas diberi bobot 20% dan menggunakan dua indikator yakni rata-rata nilai transaksi harian dan rata-rata nilai frekuensi harian dalam setahun terakhir

