Mansek Apresiasi Rencana BTN Syariah Akuisisi Muamalat
JAKARTA, investortrust.id –Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa merger BTN Syariah dengan Bank Muamalat Indonesia ditargetkan tuntas Maret 2024. Saat ini, diskusi kedua bank terus berlanjut.
Bahkan, Kementerian BUMN telah berdiskusi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama untuk mensinergikan Bank Muamalat dengan BTN Syariah. Dengan demikian, merger kedua bank tersebut bisa menjadi alternatif bank syariah di Indonesia.
Penggabungan kedua bank tersebut juga diharapkan menciptakan bank syariah terbesar ke-16 di dunia, bahkan bisa menyamai PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.
Baca Juga
HUT KPR, BTN Salurkan Pembiayaan Hunian Rp 470 Triliun Selama 47 Tahun
Terkait merger BTN Syariah dan Bank Muamalat, analis Mandiri Sekuritas Boby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabarat dalam riset yang diterbitkan, Rabu (20/12/2023) mengapresasi penggabungan kedua bank tersebut. Sebab, merger BTN syariah dengan Bank Muamalat Indonesia akan menciptakan alternatif bank syariah besar di Indonesia.
Secara bisnis, Mandiri Sekuritas (Mansek) menyebutkan, merger kedua bank merupakan langkah tepat bagi BTN untuk mempertahankan eksistensinya di industri perbankan syariah nasional. Sedangkan bagi Bank Muamalat, merger menjadi jalan merekapitalisasi dan meningkatkan skala bisnis untuk menciptakan pertumbuhan lebih baik ke depan.
Mandiri Sekuritas menambahkan bahwa merger kedua bank tersebut akan menciptakan bank syariah besar baru di Indonesia setelah BSI. Merger juga akan menciptakan pasar pembiayaan kepemilikan rumah syariah lebih besar ke depan. Merger juga akan memperluas segmen penyaluran kredit hingga ke pembiayaan konsumen, pembiayaan UMKM, dan pembiayaan lainnya dalam ekosistem syariah nasional.
Baca Juga
Memasuki Tahun 2014, Saham BTN (BBTN) Layak Jadi Pertimbangan
Merger, terang dia, akan meningkatkan produktivitas aset yang lebih baik dengan memanfaatkan jaringan kedua bank lebih optimal. Merger tersebut juga diharapkan menekan biaya operasional perseroan dalam jangka panjang.
Penetrasi Pasar
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa merger BTN Syariah dan Bank Muamalat tidak akan menciptakan persaingan yang bisa mengancam kehadiran BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
“Sebaliknya merger bisa mempercepat pertumbuhan penetrasi perbankan syariah di Indonesia dengan hadirnya pilihan baru bagi masyarakat,” terangnya.
Baca Juga
Rencana BTN Akuisisi Bank Syariah Ditargetkan Tuntas Sebelum Ganti Pemerintahan
Merger kedua bank tersebut juga menciptakan penguatan bran dan kehandalan dalam pembiayaan kepemilikan rumah dalam bentuk syariah ke depan. Hal ini akan mempercepat bank hasil merger untuk memperkuat basis pelanggan syariah dalam jangka panjang.
Selain itu, Mandiri Sekuritas menyebutkan, merger tersebut akan membuka akses pendanaan lebih besar dari ekosistem syariah Indonesia, seperti pendanaan dari dana haji, umrah, dan ekosistem syariah lainnya yang berhubungan dengan pemerintah.

