Rencana Aksi Korporasi, Bakal Kerek Kinerja PPRE pada 2026?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT PP Presisi Tbk (PPRE) resmi mengumumkan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali. Emiten yang bergerak di sektor konstruksi dan jasa pertambangan terintegrasi tersebut akan memulai aksi korporasi pada akhir Januari 2026.
Berdasarkan surat keterbukaan informasi nomor 004/EXT/CS/OJK-IDX/PPRE/I/2026, PP Presisi berencana melepas sebanyak 108.058.700 lembar saham. Langkah ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan Terbuka.
Manajemen PPRE telah menunjuk PT BNI Sekuritas sebagai Anggota Bursa yang akan memfasilitasi proses penjualan saham tersebut di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan jadwal, periode pelaksanaan penjualan akan dimulai lima hari kerja setelah pengumuman informasi tersebut, yakni mulai tanggal 22 Januari 2026 hingga berakhir pada 30 Juli 2026.
"Perseroan menyampaikan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali sebanyak 108.058.700 saham dengan cara dijual di Bursa Efek Indonesia dengan memperhatikan ketentuan persyaratan yang diatur dalam POJK 29/2023," tulis Direktur Keuangan & HCM PT PP Presisi Tbk, M. Arif Iswahyudi, dalam surat resmi yang diterbitkan Rabu (14/1/2026).
Secara tahun berjalan, saham PPRE bergerak positif. Hingga Jumat (23/1/2025), saham PPRE mengalami positif 12,14% secarata tahun kalender di posisi Rp 194 per lembar. Harga per lembar ini juga naik 246,43% secara tahunan. Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (28/1/2026) saham PPRE termasuk dari sekian banyak saham yang harus anjlok akibat sentimen negatif dari MSCI yang menolak mengevaluasi bursa saham di Bursa Efek Jakarta. saham PPRE anjlok 8,70% ke harga Rp 164 per lembar, setelah sehari sebelumnya sempat bertengger di Rp184.
Baca Juga
Tutup 2025, PP Presisi (PPRE) Tambah Kontrak Tambang dan Konstruksi Rp 1,2 Triliun
Kembali ke performa positif PPRE, karena pada akhir 2025 lalu perseroan mencatatkan peluang kerja sama baru. Tiga kontrak baru secara konsolidasian diperoleh dengan total nilai mencapai Rp 1,2 triliun.
Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh, baik dari pemilik proyek eksisting maupun pemilik baru terhadap kompetensi dan kapabilitas PPRE dalam menangani proyek jasa pertambangan dan konstruksi berskala nasional.
Ketiga kontrak tersebut mencakup proyek jasa pertambangan di Halmahera dengan nilai kontrak senilai Rp 602 miliar. Proyek ini merupakan pekerjaan tambah atas proyek eksisting. Ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari pemilik proyek terhadap PPRE.
Kemudian proyek pembangunan jalan nasional Jantho Keumala Seksi 3 di Aceh dengan nilai kontrak senilai Rp 252 miliar serta proyek coal processing plant & overland conveyor system di Kalimantan Timur dengan nilai kontrak senilai Rp 335 miliar yang dilaksanakan melalui anak usaha PPRE.
Dalam keterangan resminya, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rizki Dianugrah menyampaikan bahwa capaian kontrak ini menjadi penegasan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat portofolio proyek di sektor pertambangan dan konstruksi.
"Perolehan tiga kontrak baru menjelang akhir tahun ini merupakan bukti kepercayaan pemilik proyek eksisting maupun owner baru terhadap PPRE. Capaian ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi terkemuka di Indonesia,” kata Rizki.
“Dengan dukungan sumber daya yang mumpuni, armada alat berat, serta penerapan tata kelola K3 dan lingkungan yang berstandar tinggi, kami optimis dapat menyelesaikan proyek tepat waktu dengan kualitas yang cemerlang," ujar dia.
Melalui perolehan kontrak baru ini, PPRE semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis di sektor pertambangan dan konstruksi nasional. Ke depan, PPRE berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi terintegrasi yang profesional dan inovatif, tetap mengutamakan prinsip ESG guna mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Berdasarkan data Peers Benchmark dari Investing.com, PT PP Presisi Tbk (PPRE) menunjukkan posisi yang dinamis jika dibandingkan dengan rata-rata perusahaan sejenis maupun sektornya di industri konstruksi. Dari sisi ukuran perusahaan, PPRE memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp1,861 triliun. Angka ini berada sedikit di bawah rata-rata kompetitor terdekatnya yang mencapai Rp2,068 triliun, namun tetap unggul jika dibandingkan dengan rata-rata keseluruhan sektor yang berada di level Rp1,809 triliun.
Performa harga saham PPRE dalam satu tahun terakhir mencatatkan pertumbuhan yang sangat fenomenal sebesar 228,6%. Pencapaian ini jauh melampaui rerata pertumbuhan harga para pesaingnya yang berada di angka 74,7%, serta sangat kontras dengan pertumbuhan sektor yang hanya tumbuh terbatas sebesar 10,1%.
Meskipun telah naik signifikan, harga saham saat ini berada pada level 70,8% dari harga tertingginya selama 52 pekan terakhir, yang mengindikasikan bahwa saham ini masih diperdagangkan dengan diskon dibandingkan puncak harganya, sementara para kompetitor rata-rata sudah mendekati angka 75,2%.

