Mayday! IHSG Dibuka Terjun 6,53% Akibat Keputusan MSCI, Seluruh Saham Big Cap Anjlok Parah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026), dibuka anjlok parah sebanyak 586 poin (6,53%) menjadi 8.393 setelah MSCI Global Standard Index membekukan review saham domestic dalam MSCI Investable Market Indexes.
Bahkan, MSCI mengungkap peluang penurunan bobot pasar saham Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets hingga pelaung klasifikasi pasar saham Indonesia bisa berubah menjadi Frontier Market, jika hingga Mei 2026 tidak terjadi perbaikan signifikan.
Baca Juga
Seluruh saham anjlok parah, sepertis ektor energi terjun 9,24%, sektor material dasar melemah 6,06%, sektor property 5,44%, sektor infrastruktur 7,42%.
Saham big cap dibuka terjun berjamaah, seperti saham BREN, BBCA, BMRI, BBNI, TPIA, dan sejumlah saham lainnya.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis sebanyak 4,9 poin (0,05%) menjadi 8.980. pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,61 triliun dengan penyumbang terbesar BBCA senilai Rp 1,10 triliun.
Baca Juga
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 2,14%, konsumer primer naik 1,72%, sektor infrastruktur 1,59%, sektor energi naik 1,15%, dan sektor transportasi 0,59%. Sebaliknya penekan indeks datang dari kejatuhan saham sektor industry 3,45%, sektor material dasar, 1,43%, dan keuangan 0,47%.
Meski IHSG ditutup naik tipis, sejumlah saham berikut berhasil bukukan lompatan harga, seperti saham LAJU naik 34,83% menjadi Rp 120, STAR naik 25% menjadi Rp 625, INAI Naik 24,79% menjadi Rp 292, BOGA menguat 24,78% menjadi Rp 1.435, ALKA naik 24,60% menjadi Rp 785, dan LMPI naik 23,81% menjadi Rp 312.

