MNC Sekuritas Sarankan 'Buy on Weakness' Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC), Target Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — MNC Sekuritas mencermati saham PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) untuk strategi buy on weakness (Bow). Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyampaikan, secara teknikal saham IPCC berada pada area pembelian saat pelemahan.
“Secara teknikal kami mencermati IPCC untuk buy on weakness dengan target harga di kisaran Rp 1.335 hingga Rp 1.360,” kata Herditya kepada investortrust.id, Minggu (25/1/2026).
IPCC membukukan laba bersih sebesar Rp 190,29 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, capaian tersebut meningkat 28,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 148,02 miliar. Kenaikan laba tersebut turut mendorong laba per saham IPCC menjadi Rp 104,65 per saham, dari sebelumnya Rp 81,40 per saham.
Dari sisi kinerja pendapatan, hingga akhir September 2025, IPCC mencatatkan pendapatan sebesar Rp 660,24 miliar, tumbuh 12,74% secara tahunan. Kontributor utama pendapatan berasal dari pelayanan jasa terminal sebesar Rp 591,13 miliar, diikuti pelayanan jasa barang Rp 35,98 miliar, pelayanan rupa-rupa usaha Rp 32,37 miliar, serta pengusahaan tanah, bangunan, air, dan listrik sebesar Rp 547,86 juta.
Baca Juga
Indonesia Kendaraan (IPPC) Kian Kokoh di Industri Logistik, Sahamnya Menggiurkan!
Adapun beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp 371,75 miliar, dari sebelumnya Rp 343,29 miliar.
Dari sisi neraca, total aset IPCC per September 2025 tercatat sebesar Rp 1,92 triliun, dengan total liabilitas Rp 586,72 miliar dan total ekuitas mencapai Rp 1,34 triliun.
Lebih lanjut, anak usaha PT Pelindo Multi Terminal ini juga membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2025, menyusul keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 4 Desember 2025.
Baca Juga
Indonesia Kendaraan (IPPC) Kian Kokoh di Industri Logistik, Sahamnya Menggiurkan!
Pembayaran dividen interim tersebut akan dilakukan paling cepat 16 hari bursa sejak tanggal pengumuman.
Sekretaris Perusahaan IPCC, Roro Endah Dwi Liesly Puspita Sari menuturkan, total nilai dividen interim yang akan dibayarkan mencapai Rp 47,57 miliar. “Jumlah tersebut setara dengan Rp 26,1629 per saham dan akan didistribusikan kepada para pemegang saham berdasarkan data keuangan per 30 September 2025,” ujarnya.

