FIF Siapkan Dana Rp 500 MIliar untuk Bayar Obligasi Jatuh Tempo Bulan Depan
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan pembiayaan Grup Astra, PT Federal International Finance (FIF) telah menyiapkan dana sebesar Rp 500,76 miliar untuk pelunasan pokok dan bunga obligasi jatuh tempo.
Direktur FIF Valentina Chai Wei Li mengatakan, dana tersebut disiapkan untuk membayar pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan V Federal International Finance IV Tahun 2022 Seri A, yang akan jatih tempo pada 8 November 2023.
“Penyampaikan kesiapan dana ini merujuk pada ketentuan IV.2.11 Peraturan BEI No I-E tanggal 29 Januari 2021 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bahwa Perseroan wajib menyampaikan kesiapan dana untuk pelunasan efek bersifat utang paling lambat 15 hari bursa sebelum jatuh tempo,” papar Valentina dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Bantah Rumor Akuisisi Saham ARCH Milik Rajawali
FIF mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 30,2% pada semester I - 2023 (periode Januari - Juni 2023) menjadi Rp1,96 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,5 triliun.
Sementara penyaluran pembiayaan (amount finance) FIF tercatat Rp21,3 triliun pada semester I tahun 2023, tumbuh 37,6% dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat senilai Rp15,5 triliun.
Pertumbuhan juga terjadi dari sisi booking unit dengan peningkatan sebesar 25,5% pada semester-I 2023 menjadi 1,6 juta unit dibanding periode yang sama tahun 2022 sebanyak 1,3 juta unit.
Baca Juga
Smartfren (FREN) Right Issue Lagi, Gelar RUPSLB 24 November 2023
Presiden Direktur FIF, Margono Tanuwijaya, mengatakan, kinerja perseroan tidak lepas dari perekonomian Indonesia yang telah menunjukkan pertumbuhan positif di tahun 2023 ini.
“Ekonomi Indonesia yang bertumbuh memberikan peluang bagi seluruh sektor industri khususnya di industri pembiayaan. Sebagai sektor yang berperan penting dalam mendorong konsumsi dan investasi, industri pembiayaan berfungsi dalam memberikan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha,” tutur Margono dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, FIF juga mencatatkan pertumbuhan net service asset (NSA) menjadi Rp38,2 triliun dengan pertumbuhan sebesar 11% pada semester-I 2023 dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya dengan pembukuan NSA senilai Rp34,4 triliun.

