Dana Asing Keluar, BBCA Catat Net Sell Terbesar dan Tekan Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Sepanjang perdagangan saham sepekan, aksi jual bersih (net sell) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) didominasi oleh emiten berkapitalisasi besar dengan total Rp 3,27 triliun. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat menjadi saham dengan nilai net sell terbesar.
Berdasarkan data perdagangan saham sepanjang 19-23 Januari 2025, BBCA mencatatkan net sell sebesar Rp 3,97 triliun, tertinggi di antara seluruh emiten dalam periode tersebut. Net sell tersebut juga sejalan dengan penurunan saham BBCA lebih dari 5,2% menjadi Rp 7.650. BBCA menjadi saham dengan penekan terbesar terhadap IHSG pekan ini.
Baca Juga
BUMI Perluas Diversifikasi Mineral, Obligasi dan Akuisisi Jadi Katalis 2026
Selain BBCA, tekanan jual investor juga terlihat pada sejumlah saham likuid lain seperti BUMI dengan net sell Rp 1,34 triliun, GOTO sebesar Rp 456,85 miliar, BMRI senilai Rp 420,55 miliar, dan BBNI sebesar Rp 373,62 miliar.
Aksi jual bersih juga terjadi pada saham ARCI sebesar Rp 252,93 miliar, INDY Rp 223,83 miliar, TINS Rp 196,36 miliar, DEWA Rp 155,71 miliar, serta ARKO Rp 138,87 miliar.
Addapun, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pelemahan 1,37% sepanjang pekan 19–23 Januari 2026 ke level 8.951,01. Secara regional, penurunan IHSG menjadi yang terburuk kedua di kawasan ASEAN setelah Filipina yang turun 2,03%.
Baca Juga
Jerman dan Italia Ungkap Alasan Tak Ikut ‘Board of Peace’ Besutan Trump
Di Asia Pasifik, IHSG berada pada posisi ketiga terburuk setelah India turun 2,43% dan Filipina 2,03%. Meski demikian, secara year to date (ytd), IHSG masih mencatat kenaikan 3,52%.
Berdasarkan data BEI, IHSG melemah empat hari beruntun pada pekan ini. Koreksi tersebut menggerus kapitalisasi pasar sebesar Rp 268 triliun menjadi Rp 16.244 triliun.
Penurunan indeks turut dipengaruhi kejatuhan mayoritas saham, dengan 470 saham melemah, 163 stagnan, dan hanya 230 saham mencatat kenaikan.

